Sinergi Lintas Generasi, Percasi Belu, Pena Tasbar dan LVRI Belu Gelar Turnamen Catur Ceria HUT ke-81 RI

BERITA, DAERAH17 Dilihat

Sinergi Lintas Generasi, Percasi Belu, Pena Tasbar dan LVRI Belu Gelar Turnamen Catur Ceria HUT ke-81 RIBELU, GRANDISMA.COM – Suasana penuh keakraban dan semangat nasionalisme menyelimuti Kantor Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Belu, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Tempat bersejarah ini mendadak riuh oleh derap langkah para pecinta olahraga asah otak dalam ajang Turnamen Catur Ceria.

​Agenda yang diselenggarakan pada hari ini, Selasa (25/8/2026), tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga rekreasi.

Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang khusus dalam bingkai memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas generasi.

​Ajang bergengsi ini merupakan inisiatif kolaboratif yang mempertemukan unsur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Belu, Persatuan Wartawan Pena Tasbar (Pena Tasbar), serta para sesepuh dan anggota LVRI Kabupaten Belu.

​Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale, dalam sambutannya menekankan bahwa permainan catur memiliki filosofi mendalam tentang strategi, kesabaran, dan visi jangka panjang.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat selaras dengan perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.

​Menurut Aprianus, kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah hadiah, melainkan buah dari strategi cemerlang dan pengorbanan tanpa batas yang diwariskan oleh para pejuang. Semangat itulah yang ingin terus dihidupkan melalui setiap langkah bidak di atas papan catur.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua LVRI Kabupaten Belu, Stefanus Atok Bau, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen catur ceria tersebut di markas besar para veteran.

Ia menilai kehadiran para pemuda, atlet, dan jurnalis menjadi pelipur lara sekaligus bukti nyata bahwa semangat juang kemerdekaan tidak pernah padam.

​Stefanus Atok Bau berpesan agar para peserta menjadikan momentum pertandingan ini sebagai wadah memperkokoh persaudaraan.

Ia mengingatkan bahwa jiwa korsa, sportivitas, dan rasa cinta tanah air harus senantiasa menjadi landasan utama bagi generasi muda dalam mengisi pembangunan bangsa.

​Turnamen ini mendapat sambutan luar biasa dari berbagai klub catur di daror Timor. Tercatat sebanyak sebelas klub siap beradu strategi di atas papan 64 petak, dengan komposisi setiap klub diperkuat oleh empat pemain inti dan satu pemain cadangan.

​Klub-klub yang ambil bagian dalam turnamen ini meliputi Kuda Bulak Nanaerai (Tasbar), En Passant A (Atambua), En Passant B (Atambua), Kuda Putih (Atambua), Pion Sakti (Atambua), Kuda Mas (Atambua), Percasi TTU, Jantung Raja (Kefa), Benteng Lakaan (Fatubenao), serta dua klub dalam tahap konfirmasi yakni Pion Turiskain dan Panzer Kilo 2.

​Melalui penyelenggaraan Turnamen Catur Ceria ini, panitia berharap sinergi antara unsur veteran, media, dan organisasi olahraga di Kabupaten Belu dapat terus terjalin erat, melahirkan atlet-atlet berbakat, sekaligus merawat nilai-nilai kebangsaan di wilayah perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *