ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu secara resmi memulai tahapan Seleksi Terbuka (Selter) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama guna memperkuat tata kelola birokrasi.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, menegaskan bahwa momentum ini adalah langkah krusial dalam mengimplementasikan sistem merit secara murni di lingkungan pemerintah daerah.
Acara pembukaan yang berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, pada Rabu (8/4/2026) tersebut menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam menghapus praktik transaksional.
Wabup Vicente menyatakan bahwa seleksi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya menyaring figur-figur yang memiliki integritas tak tercela.
Sistem merit yang diterapkan bertujuan untuk menyelaraskan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja ASN dengan kebutuhan posisi strategis.
Wabup menekankan bahwa birokrasi yang bersih hanya bisa dibangun apabila proses rekrutmen di tingkat atas dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel tanpa intervensi politik.
Dalam pidatonya, Vicente menyebutkan bahwa Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah lokomotif utama yang menentukan arah kebijakan daerah.
Oleh karena itu, kesalahan dalam memilih pemimpin di tingkat ini akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik yang diterima oleh masyarakat Belu.
Wabup juga memberikan peringatan keras kepada Tim Asesor dan Tim Penilai agar menjaga marwah seleksi ini.
IA meminta agar seluruh tim penguji menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme, memastikan bahwa hanya mereka yang terbaiklah yang akan lolos ke tahap selanjutnya.
Sebanyak 26 pejabat yang lolos seleksi administrasi kini bersiap menghadapi serangkaian ujian yang komprehensif.
Tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks menuntut para calon pejabat untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan moral yang kuat dalam menghadapi tekanan kerja.
Dinas-dinas strategis seperti Dinas Kesehatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi fokus utama dalam seleksi kali ini.
Kedua instansi tersebut dinilai sangat vital dalam menjaga stabilitas fiskal dan kualitas hidup dasar warga Kabupaten Belu di masa mendatang.
BKPSDMD Kabupaten Belu memastikan bahwa setiap tahapan seleksi dipantau secara ketat untuk menghindari malapraktik.
Keterbukaan informasi selama proses seleksi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah yang sedang bertransformasi menuju digitalisasi birokrasi.
Vicente menutup pesannya dengan harapan agar proses ini melahirkan standar baru dalam manajemen ASN di Nusa Tenggara Timur.
“Kita ingin Belu menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal transparansi pengisian jabatan publik,” ujar Vicente
Dengan dimulainya Selter ini, publik Belu kini menantikan hasil dari tim penguji untuk melihat siapa saja sosok yang akan menduduki kursi-kursi strategis tersebut.
Keputusan akhir nantinya akan menjadi cermin dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Belu dalam mewujudkan visi “Masyarakat Belu yang Sejahtera”.
