Pesan Wagub NTT di Arena CFD: Jadilah Tuan Rumah PON 2028 yang Ramah dan Membanggakan

BERITA5 Dilihat

KUPANG, GRANDISMA.COM – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menekankan pentingnya aspek keramahtamahan masyarakat sebagai kunci sukses utama. Pesan ini disampaikan di tengah ribuan warga yang memadati kawasan Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (18/4/2026).

​Johni menegaskan bahwa kesan yang ditinggalkan para atlet dan ofisial dari luar daerah akan sangat dipengaruhi oleh cara masyarakat lokal menyambut mereka. Budaya luhur masyarakat NTT yang terbuka dan menghormati tamu harus ditonjolkan sebagai daya tarik utama provinsi kepulauan ini.

​Wagub meminta warga untuk mulai membudayakan perilaku tertib di ruang publik, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga ketertiban lalu lintas. Kesan rapi dan aman akan memberikan kenyamanan luar biasa bagi ribuan tamu yang akan membanjiri NTT selama pelaksanaan PON.

​Ia menilai, kesuksesan NTT sebagai tuan rumah akan menjadi promosi gratis bagi sektor pariwisata daerah. Jika para pendatang merasa disambut dengan hangat, mereka dipastikan akan kembali lagi di masa depan sebagai wisatawan mancanegara maupun domestik.

​Johni mendorong masyarakat untuk mempelajari bahasa asing sederhana dan informasi dasar mengenai destinasi wisata lokal. Dengan begitu, setiap warga dapat berperan sebagai “duta wisata” yang siap membantu tamu dalam menavigasi kekayaan budaya NTT.

​Menurut Johni, keramahan bukan berarti bersikap pasif, melainkan menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam melayani. Ia meminta para pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk dan kejujuran dalam harga agar tidak memberikan pengalaman buruk bagi konsumen luar daerah.

​Pemerintah akan segera memulai program pelatihan singkat bagi pengelola penginapan, restoran, dan transportasi publik. Pelatihan ini difokuskan pada standar pelayanan prima (hospitality) yang selaras dengan nilai-nilai lokal NTT.

​Wagub juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat. Keamanan adalah jaminan mutlak bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan olahraga nasional yang melibatkan ribuan orang dari berbagai latar belakang tersebut.

​Johni berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar, terlibat dalam gerakan sukarelawan (volunteering). Peran sukarelawan muda dianggap sangat vital dalam menjembatani kebutuhan teknis para atlet selama masa pertandingan.

​Ia menegaskan bahwa kehormatan daerah dipertaruhkan dalam ajang ini. Menjadi tuan rumah yang membanggakan berarti menunjukkan bahwa NTT mampu mengelola acara berskala besar dengan koordinasi yang matang dan sikap yang beradab.

​Partisipasi aktif masyarakat dalam memeriahkan setiap arena pertandingan juga menjadi pesan penting dari Wagub. Kehadiran penonton yang antusias dan suportif akan menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan mengesankan bagi seluruh kontingen.

​Pesan ini diharapkan meresap ke dalam sanubari setiap warga NTT, sehingga persiapan menyambut PON 2028 menjadi gerakan akar rumput yang solid. Johni yakin, karakter kuat masyarakat NTT akan menjadikan PON 2028 sebagai momen kebangkitan harga diri daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *