Wagub NTT Johni Asadoma Ajak Masyarakat Kupang Jaga Kebugaran Demi Sukseskan PON 2028

BERITA2 Dilihat

​KUPANG, GRANDISMA.COM –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi menyerukan gerakan kebugaran massal bagi seluruh warga Kota Kupang dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi persiapan mental dan fisik masyarakat menyambut perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

​Dalam sambutannya di arena Car Free Day (CFD) Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (18/4/2026), Johni menekankan bahwa kesuksesan sebuah perhelatan olahraga nasional tidak hanya diukur dari infrastruktur. Keterlibatan aktif masyarakat yang sehat dan bugar menjadi fondasi utama dalam mencerminkan citra daerah yang dinamis.

​Johni menyatakan bahwa menjaga pola hidup sehat melalui olahraga rutin bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan mendesak. Ia mengingatkan bahwa NTT akan menjadi sorotan nasional dalam dua tahun ke depan, sehingga kesiapan sumber daya manusia harus menjadi prioritas.

​Wagub menilai, antusiasme warga dalam berolahraga di area publik seperti CFD adalah modal sosial yang luar biasa. Ia berharap semangat ini tidak hanya muncul seminggu sekali, tetapi menjadi budaya harian di setiap lingkungan rumah tangga dan perkantoran di seluruh NTT.

​Menurut Johni, masyarakat yang bugar akan memiliki produktivitas tinggi, yang secara langsung berkontribusi pada kesiapan pelayanan bagi tamu-tamu dari seluruh Indonesia. Sektor jasa, transportasi, hingga pariwisata di NTT akan sangat bergantung pada stamina para pelakunya saat PON berlangsung nanti.

​Johni juga mengajak para pemuda untuk mulai melirik potensi mereka sebagai atlet profesional. Menjadi tuan rumah PON 2028 memberikan keuntungan psikologis bagi putra-putri daerah untuk menunjukkan taringnya di tanah sendiri dengan kondisi fisik yang prima.

​Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Johni, berkomitmen untuk terus memperbaiki sarana olahraga publik agar dapat diakses dengan mudah oleh warga. Pembangunan stadion dan fasilitas pendukung lainnya saat ini tengah dikebut untuk mencapai standar nasional yang dipersyaratkan.

​Selain aspek fisik, Wagub menyoroti pentingnya asupan nutrisi lokal untuk menunjang kebugaran. Ia mendorong masyarakat untuk mengonsumsi panganan asli NTT yang kaya gizi sebagai pendamping aktivitas olahraga harian mereka.

​Ia juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk lebih sering mengadakan festival olahraga komunitas yang melibatkan berbagai lapisan usia. Keterlibatan kelompok lansia dan anak-anak dalam aktivitas fisik dianggap penting untuk membangun kesadaran lintas generasi.

​Johni memaparkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana pemersatu yang ampuh di tengah perbedaan sosial. Melalui kegiatan senam dan jalan sehat bersama, rasa persaudaraan antarwarga NTT akan semakin kuat menjelang tahun penyelenggaraan pesta olahraga tersebut.

​Wagub menegaskan bahwa ia tidak ingin NTT hanya sukses dalam hal penyelenggaraan, tetapi juga sukses dalam prestasi atlet dan kesehatan masyarakat. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan guna menciptakan legacy positif setelah PON 2028 berakhir.

​Acara pagi itu diakhiri dengan komitmen bersama warga untuk mendukung penuh persiapan NTT sebagai tuan rumah. Johni optimistis, dengan disiplin menjaga kebugaran, NTT akan menjadi tuan rumah yang paling mengesankan dalam sejarah penyelenggaraan PON.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *