Perkuat Persatuan Lima Wilayah, KABELA Kupang Berkomitmen Sokong Program Pembangunan NTT

BERITA, DAERAH, SOSBUD229 Dilihat

Perkuat Persatuan Lima Wilayah, KABELA Kupang Berkomitmen Sokong Program Pembangunan NTTKUPANG, GRANDISMA.COM – Persatuan lima wilayah besar Adonara, Solor, Flores Timur, Lembata, dan Alor kini semakin solid dalam wadah KABELA Kupang. Komunitas ini menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program strategis Pemerintah Provinsi NTT.

​Ketua KABELA Kupang periode 2026-2031, Donatus Ara Kian, menegaskan bahwa kekuatan KABELA terletak pada keberagamannya. Penyatuan lima wilayah ini merupakan modal sosial yang besar untuk mendukung stabilitas dan pembangunan daerah.

​”Hari ini kami membuktikan bahwa perbedaan wilayah bukan penghalang. Kami adalah satu keluarga besar yang siap bekerja sama dengan Pemerintah NTT untuk kesejahteraan bersama,” tegas Donatus usai dilantik.

​Komitmen ini bukan sekadar janji lisan. KABELA berencana menyelaraskan agenda organisasinya dengan program “One Community One Product” (OCOP) dan pengembangan NTT Mart yang digagas oleh pemerintah provinsi.

​Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut hangat dukungan tersebut. Ia menilai partisipasi aktif dari organisasi besar seperti KABELA akan mempercepat pencapaian target-target pembangunan di sektor pariwisata dan pertanian.

​KABELA diharapkan menjadi mitra strategis dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah hingga ke tingkat akar rumput. Dengan jaringan yang kuat, KABELA dapat membantu memitigasi konflik sosial dan mempererat persaudaraan.

​Seminar Nasional dan Gebyar Budaya yang mendahului pelantikan ini menjadi bukti nyata bahwa KABELA memiliki kapasitas intelektual dan kreatif untuk berkontribusi pada wacana pembangunan daerah.

​Kehadiran anggota DPRD dari berbagai fraksi menunjukkan bahwa eksistensi KABELA diakui secara politik sebagai kekuatan penyeimbang yang positif di Nusa Tenggara Timur.

​Donatus menambahkan, KABELA akan fokus pada penguatan jejaring antarwarga Lamaholot di perantauan untuk membawa investasi atau pengetahuan kembali ke kampung halaman (hinterland).

​Persatuan ini diharapkan menjadi contoh bagi ikatan keluarga besar lainnya di NTT untuk bersatu padu membangun daerah tanpa terjebak dalam ego sektoral atau kedaerahan yang sempit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *