Nayib Bukele: “Sang Penyelamat” yang Mengubah Nasib Sejarah El Salvador  

TOKOH7 Dilihat

Nayib Bukele: "Sang Penyelamat" yang Mengubah Nasib Sejarah El SalvadorGRANDISMA.COM- Dibenak banyak orang, El Salvador dulunya hanya dikenal sebagai negeri yang terkungkung kegelapan kekerasan.

Namun, muncul sosok yang membawa angin segar perubahan, dia adalah Nayib Bukele.

Nayib Bukele bukan hanya seorang pemimpin politik, melainkan sosok yang diangkat oleh sejarah untuk meretas jalan keluar dari jurang kegelapan, membuktikan bahwa sebuah bangsa bisa bangkit dari titik terendah dan menulis bab baru yang penuh harapan.

Sebelum era Bukele, wajah El Salvador dibayangi bayangan kekerasan yang mengerikan.

Pada tahun 2015, angka pembunuhan mencapai 100 per 100.000 penduduk, menjadikannya salah satu negara paling berdarah di dunia.

Geng seperti MS-13 dan Barrio 18 tidak hanya menguasai jalanan, melainkan juga jiwa rakyat, dengan eksorsisi, pembakaran bus, dan kekerasan yang tidak pilih sasaran membuat kehidupan menjadi permainan nyawa.

Kelahiran Nayib Bukele pada 24 Juli 1981 di San Salvador membawa bibit kepemimpinan yang berbeda.

Sebelum menjabat presiden, ia telah menunjukkan bakatnya sebagai walikota Nuevo Cuscatlán dan kemudian San Salvador, di mana ia mulai membangun fondasi perubahan dengan fokus pada pelayanan publik dan kebersihan kota.

Ia bukan sosok yang terjebak dalam paradigma lama, melainkan pemimpi yang melihat masa depan lebih cerah.

Perjalanan menuju kursi kepresidenan tidaklah mulus.

Setelah dikeluarkan dari partai lama karena sikapnya yang tegas dan berbeda pandangan, Bukele mendirikan partai Nuevas Ideas (Ide Baru) pada tahun 2017.

Langkah ini bukan hanya tentang politik, melainkan pernyataan bahwa El Salvador membutuhkan suara baru, visi baru, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Pada tahun 2019, impian menjadi kenyataan ketika Bukele memenangkan pemilihan presiden dengan suara gemilang.

Saat ia mengangkat tangan untuk sumpah jabatan, seluruh negeri merenung; bisakah seorang pria muda dengan visi radikal benar-benar mengubah takdir yang telah tertanam selama dekade?

Jawabannya segera terlihat bahkan dalam bulan pertama kepemimpinannya, ketika angka pembunuhan turun drastis dari 285 pada Mei menjadi 217 pada Juni 2019.

Namun, perubahan yang sesungguhnya dimulai ketika pemerintahannya meluncurkan Rencana Kontrol Teritorial dan kemudian mengeluarkan dekrit keadaan pengecualian pada Maret 2022.

Kebijakan ini bukan hanya tentang menangkap pelaku kejahatan, melainkan tentang merebut kembali tanah air dari geng yang telah lama menguasainya.

Hingga saat ini, lebih dari 85.000 tersangka anggota geng telah ditahan, membongkar struktur kriminal yang telah merusak negara selama bertahun-tahun.

Dampak dari kebijakan keamanan ini tidak hanya terasa dalam angka-angka kematian yang melesat ke bawah, melainkan dalam semangat rakyat El Salvador.

Angka pembunuhan tahun 2023 hanya mencapai 2,4 per 100.000 penduduk—bahkan lebih rendah dari Kanada—dan pada tahun 2024, angka tersebut terus menjunjung ke 1,9.

Lebih dari 900 hari tanpa pembunuhan telah mencatat bahwa negara ini benar-benar keluar dari bayangan masa lalu.

Namun, peran Bukele sebagai “sang penyelamat” tidak berhenti pada keamanan saja.

Ia melihat bahwa keamanan adalah fondasi bagi kemajuan ekonomi dan kemakmuran rakyat.

Di bawah kepemimpinannya, El Salvador memasuki era ledakan infrastruktur, dengan pembangunan bandara baru di kawasan Pasifik, rencana kereta api lintas wilayah, dan perluasan Pelabuhan Acajutla yang akan meningkatkan kapasitas logistik hingga empat kali lipat. Ekonomi negara pun merespon dengan baik.

Menurut Menteri Ekonomi María Luisa Hayem, ekonomi El Salvador menjadi lebih kuat dan terdiversifikasi, dengan pertumbuhan di berbagai sektor seperti energi, perdagangan, dan pariwisata.

Tahun 2024 menyaksikan pendirian 5.300 perusahaan baru, dan investor dari dalam dan luar negeri mulai melihat El Salvador sebagai destinasi yang menjanjikan.

Percaya diri rakyat juga melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Survei terbaru menunjukkan bahwa 90% penduduk El Salvador menyetujui kerja Bukele, dan 88% merasa bangga memiliki dirinya sebagai presiden.

Ia tidak hanya mengubah angka-angka statistik, melainkan juga menghidupkan kembali rasa cinta tanah air dan keyakinan bahwa masa depan mereka ada di tangan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *