ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu meminta anggota Gerakan Pramuka yang diutus ke ajang tingkat daerah dan nasional untuk senantiasa menjaga etika, nama baik daerah, serta kedisiplinan lingkungan selama berada di bumi perkemahan.
​Pesan tersebut disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., saat melepas 56 anggota kontingen Pramuka Kwarcab Belu menuju Jambore Daerah (Jamda) X NTT dan Jambore Nasional (Jamnas) XII di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Jumat (24/7/2026).
​Bupati Willybrodus mengimbau seluruh anggota kontingen untuk menjadi contoh teladan bagi peserta dari daerah lain, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan perkemahan.
​”Sebagai Pramuka, beri contoh kepada yang lain di tempat kegiatan nanti dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Bupati Belu.
​Selain isu lingkungan, Bupati juga memberikan instruksi khusus kepada para pembina pendamping agar memprioritaskan kesehatan para peserta, mengingat intensitas kegiatan lapangan yang dinamis.
​Di sisi lain, Pimpinan Kontingen, Godefridus Zufri Ngampu, memastikan bahwa seluruh utusan Belu telah dibekali persiapan matang lewat serangkaian seleksi dan program Pemusatan Latihan (Training Center) selama kurang lebih tujuh bulan.
​”Persiapan intensif dilakukan sejak Januari hingga Juli 2026. Anggota Pramuka putra dan putri beserta pembina pendamping siap mewakili Kabupaten Belu,” ujar Godefridus.
​Kontingen Kwarcab Belu dijadwalkan bertolak menuju Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang untuk Jamda X (27 Juli–2 Agustus 2026), dilanjutkan ke Buperta Cibubur, Jakarta untuk perhelatan Jamnas XII (13–20 Agustus 2026).






