ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Suasana emosional menyelimuti upacara lepas sambut Dandim 1605/Belu ketika Letkol Inf Andi Yunus menyampaikan pidato perpisahannya, Senin, (8/6).
Setelah mengabdi selama kurang lebih satu tahun delapan bulan di tanah Belu, perwira menengah TNI tersebut mengakui bahwa wilayah perbatasan ini telah memberikan kesan mendalam yang mengubah cara pandangnya tentang pengabdian dan persaudaraan.
​Dalam sambutannya dengan nada bergetar haru, Letkol Inf Andi Yunus menceritakan refleksi pribadinya saat pertama kali ditugaskan di tapal batas.
Ia tidak menampik bahwa pada awal masa jabatan, sempat terbersit pertanyaan di benaknya mengenai kapan tugasnya akan berakhir.
Namun, kehangatan budaya setempat dan interaksi intens dengan masyarakat perlahan-lahan mengikis keraguan tersebut.
​”Ada pepatah lokal yang terbukti nyata; setelah meminum air dari Belu, perasaan ingin cepat pindah itu berubah menjadi berat untuk berpisah,” ungkap Letkol Andi Yunus.
Ia bahkan menyayangkan waktu yang terasa berjalan begitu cepat, di saat dirinya baru saja mulai mempelajari bahasa Tetunbahasa daerah setempat tugas baru di tempat lain justru sudah memanggilnya untuk segera bergeser.
​Menanggapi momen perpisahan tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay menggarisbawahi esensi dari nama “Belu” itu sendiri, yang secara harfiah berarti “Persahabatan”.
Kepada Letkol Andi Yunus, Bupati menegaskan bahwa pergantian tongkat komando sama sekali bukan akhir dari segalanya.
Sebaliknya, momen perpisahan geografis seperti ini diyakini akan semakin mempererat tali silaturahmi yang telah terikat kuat.
​Pemerintah daerah dan masyarakat Belu turut melepas Letkol Andi Yunus dengan doa agar sang perwira meraih kesuksesan yang lebih gemilang di tempat tugasnya yang baru.
Bupati juga menyampaikan terima kasih atas nama seluruh warga atas segala pengorbanan, dedikasi, serta komunikasi humanis yang dijalankan korps militer selama kepemimpinan Letkol Andi.
​Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Letkol Andi Yunus menitipkan pesan mendalam kepada seluruh prajurit dan anggota Persit Kodim 1605/Belu agar tetap menjaga nama baik korps.
Ia menegaskan bahwa ikatan persaudaraan di wilayah sektor timur ini tidak boleh terputus.
Kerja sama luar biasa antara jajaran TNI dan pemerintah daerah yang telah terbangun diminta untuk terus dipertahankan demi kebaikan masyarakat.






