Kunjungan Kerja di Sumba Selesai: Kolaborasi Pentahelix Pemprov dan Pemkab SBD Siap Dongkrak Mutu SDM

BERITA, DAERAH, POLITIK51 Dilihat

Kunjungan Kerja di Sumba Selesai: Kolaborasi Pentahelix Pemprov dan Pemkab SBD Siap Dongkrak Mutu SDMTAMBOLAKA, GRANDISMA.COM – Kunjungan kerja intensif jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Pulau Sumba resmi ditutup dengan penegasan komitmen kolaborasi pentahelix antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Pertemuan puncak yang berlangsung di SMKS Pancasila Tambolaka pada Rabu (17/6) tersebut menghasilkan kesepakatan strategis yang menyinergikan program penguatan ekonomi lokal dan peningkatan mutu pendidikan formal.

Fokus utama dari kerja sama makro ini adalah penciptaan ekosistem daerah yang mandiri, berkarakter, dan inklusif.

​Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung konsolidasi ini dengan didampingi oleh Bupati SBD Ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla, Anggota DPRD NTT Anton Mahemba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Kehadiran para pengambil kebijakan kunci dari unsur eksekutif dan legislatif ini menegaskan pentingnya penyelarasan visi pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi antara provinsi dan kabupaten.

Sumba Barat Daya dipilih sebagai lokus utama karena memiliki potensi komoditas kreatif yang melimpah namun masih membutuhkan intervensi manajemen pasar yang kuat.

​Anggota DPRD NTT, Anton Mahemba, menyatakan bahwa lembaga legislatif siap memberikan dukungan penuh dari segi penganggaran dan pengawasan terhadap pelaksanaan program NTT Mart berbasis OSOP serta Gerakan Jam Belajar Masyarakat di lapangan.

Menurutnya, keselarasan antara kebijakan makro provinsi dengan eksekusi mikro di tingkat kabupaten menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

DPRD NTT berkomitmen mengawal agar alokasi dana stimulus bagi UMKM dan fasilitas penunjang pendidikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

​”Sinergi hari ini menunjukkan bahwa pembangunan di NTT harus dijalankan dengan semangat gotong royong lintas instansi. Kami di tingkat legislatif akan memastikan bahwa regulasi seperti Pergub Jam Belajar dan program NTT Mart ini memiliki kepastian anggaran pendukung di APBD, sehingga manfaatnya dirasakan nyata oleh masyarakat Sumba,” jelas Anton Mahemba

​Bupati SBD, Ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan bahwa wilayahnya siap menjadi pelopor implementasi integrasi pendidikan dan ekonomi kreatif di daratan Sumba.

Pemkab SBD akan segera menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mendata produk-produk unggulan dari SMK lokal agar dapat segera masuk ke dalam jaringan pemasaran NTT Mart.

Kolaborasi ini dinilai menjadi jawaban konkret atas tantangan tingginya angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan sekolah kejuruan di wilayah NTT.

​Selesainya rangkaian kunjungan kerja di Pulau Sumba ini menandai dimulainya fase baru penataan pembangunan daerah berbasis potensi lokal di provinsi kepulauan tersebut.

Pemerintah Provinsi NTT optimistis bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan regulasi yang kuat, integrasi antara NTT Mart dan penguatan karakter lewat Gerakan Jam Belajar akan menjadi katalisator utama perubahan wajah masa depan NTT yang lebih adil, makmur, dan berpendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *