ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Simbol “Cahaya Damai” secara resmi mulai berpijar di Kabupaten Belu melalui prosesi pembakaran obor perdamaian oleh Bupati Willybrodus Lay.
Obor ini akan diarak sejauh ratusan kilometer menuju Kota Kupang sebagai representasi semangat persatuan.
Prosesi diawali dengan pembacaan Pesan Damai oleh Ketua Klasis GMIT Belu bersama perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama lainnya.
Kebersamaan tokoh lintas iman ini menegaskan bahwa pesan Paskah kali ini bersifat universal.
Setelah dinyalakan, obor tersebut diserahkan kepada pengurus Sinode GMIT untuk kemudian diarak keliling Kota Atambua.
Perjalanan obor ini akan melintasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), hingga tiba di daratan Kupang.
Rencana kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, pada puncak acara di Kupang, 6 April 2026, menambah bobot strategis festival ini.
Kehadiran Wapres dianggap sebagai bentuk dukungan negara terhadap kerukunan umat beragama di NTT.
Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat Karmany, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.
“Puncak festival di Kupang nantinya akan menjadi momentum nasional bagi gerakan perdamaian dunia dari NTT,” ujarnya.
Kirab obor ini melibatkan ratusan pemuda lintas klasis yang secara estafet mengawal api perdamaian.
Di setiap kabupaten yang dilalui, prosesi ini disambut dengan berbagai ritual adat dan doa lintas agama dari masyarakat setempat.
Selain nilai spiritual, kirab obor ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional.
Pemuda diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah bangsa.
Masyarakat di sepanjang jalur kirab tampak antusias menyambut rombongan.
Di Kota Atambua sendiri, ribuan orang memadati pinggir jalan untuk menyaksikan arak-arakan yang diiringi musik drumband dan tarian tradisional.
Kehadiran Wapres Gibran di puncak acara direncanakan akan diisi dengan peresmian monumen perdamaian atau penandatanganan komitmen kebangsaan.
Hal ini menempatkan NTT sebagai laboratorium toleransi terbaik di Indonesia.
Obor perdamaian dijadwalkan akan melintasi selat menuju Kabupaten Rote sebelum akhirnya mendarat di Kota Kupang.
Perjalanan ini menjadi simbol bahwa cahaya damai harus menjangkau setiap pelosok pulau di wilayah kepulauan tersebut.



