Gubernur Melki Pamer NTT Mart di Kompas TV: Produk Lokal Jadi Lebih Elegan!

Gubernur Melki Pamer NTT Mart di Kompas TV: Produk Lokal Jadi Lebih Elegan!KUPANG, GRANDISMA.COM  – Kehadiran NTT Mart kini tidak hanya sekadar menjadi ruang pameran, melainkan wujud nyata transformasi wajah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat tampil dalam wawancara eksklusif di program Jurnal Nusantara Kompas TV, Jumat (27/3) pagi.

​Berbicara langsung melalui sambungan video dari Gerai perdana NTT Mart di Jalan Palapa, Oebobo, Kota Kupang, Gubernur yang akrab disapa Melki ini memamerkan kemajuan pesat produk lokal.

Ia menekankan bahwa tujuan utama pendirian gerai ini adalah mengangkat derajat produk UMKM ke level yang jauh lebih tinggi.

​”Prinsipnya kami ingin menampilkan jati diri NTT yang lebih elegan, yang lebih mudah diterima, dan bisa menjadi nilai tambah bagi para pengusaha UMKM/IKM di seluruh NTT,” ujar Melki kepada presenter Glenys Octania.

​Melki menjelaskan, selama ini banyak produk berkualitas hasil karya masyarakat NTT yang tidak mendapatkan panggung yang layak.

Para pelaku UMKM dan IKM kerap kesulitan menjual barangnya karena hanya mengandalkan sistem pemasaran dari orang ke orang atau antarkelompok.

​Kondisi tersebut membuat produk lokal sulit menembus pasar konvensional seperti toko atau swalayan besar.

Oleh karena itu, kehadiran NTT Mart dirancang khusus untuk memberikan etalase yang bagus dan representatif sehingga produk lokal bisa sejajar dengan produk pabrikan nasional.

​Menurut Gubernur, penataan dan pengemasan yang ditawarkan di NTT Mart membuat produk lokal kehilangan stigma “tradisional yang tertinggal”.

Sebaliknya, barang-barang yang dipajang kini memiliki nilai estetika dan standar jual yang tinggi.

​Tidak sembarang produk bisa masuk ke dalam etalase elegan ini. Pemerintah Provinsi NTT tetap memberlakukan kurasi, mulai dari izin Dinas Kesehatan hingga sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk kuliner.

​Sementara itu, untuk produk wastra seperti kain tenun dan produk fesyen turunannya, terdapat tahapan verifikasi dari dinas terkait di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Hal ini memastikan bahwa kata ‘elegan’ yang diusung bukan sekadar klaim, melainkan berdasar pada kualitas nyata.

​Gubernur Melki tidak sendiri dalam wawancara tersebut. Ia turut didampingi oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, Inspektur Provinsi NTT Stefanus Halla, dan Kepala Dinas Kominfo NTT Ady E. Mandala.

​Kehadiran jajaran birokrasi ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT secara serius dan kolektif mengawal transformasi UMKM.

Melalui NTT Mart, pemerintah berharap produk lokal dapat menjadi kebanggaan yang elegan sekaligus tulang punggung perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *