BELU, GRANDISMA.COM – Perhelatan akbar Turnamen Catur Ceria dalam bingkai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan ajang silaturahmi lintas generasi akhirnya mencapai puncak.
Klub Kuda Mas Belu sukses mencatatkan sejarah gemilang dengan keluar sebagai Juara 1 setelah melalui pertarungan taktis yang melelahkan di Kantor Markas Cabang LVRI Kabupaten Belu, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat.
Ajang bergengsi yang mempertemukan unsur Percasi Belu, Pena Tasbar, dan para sesepuh LVRI ini diikuti oleh sembilan klub catur handal yang masing-masing mengerahkan formasi empat pemain utama dan satu pemain cadangan.
Klub-klub tangguh seperti Kuda Bulak Nanaerai Tasbar, En Passant A dan B Atambua, Kuda Putih, Pion Sakti, Kuda Mas, Percasi TTU, Jantung Raja Kefa, Benteng Lakaan Fatubenao, serta Pion Turiskain dan Panzer Kilo 2 saling adu strategi secara ketat sejak babak penyisihan.
Ketua LVRI Belu, Stefanus Atok Bau, dalam sambutannya menyatakan rasa haru dan bangganya melihat antusiasme para peserta yang begitu tinggi dalam memeriahkan hari kemerdekaan di markas para pejuang.
Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale, yang turut hadir memberikan sambutan menegaskan bahwa dinamika permainan catur merefleksikan ketepatan strategi dan kesabaran para pejuang bangsa dalam merebut kedaulatan.
Sebagai wujud komitmen nyata dalam pengembangan olahraga asah otak di beranda depan NKRI, Aprianus Hale mengusulkan agar turnamen catur ceria ini dapat diagendakan secara rutin setiap tahunnya.
Aprianus menambahkan bahwa pelibatan generasi milenial secara lebih luas pada masa mendatang akan menjadi prioritas utama guna menjaring bibit-bibit atlet catur muda potensial di Kabupaten Belu.
Dukungan penuh dari para senior LVRI serta kehadiran insan pers dari Pena Tasbar memberikan warna tersendiri dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, sportif, dan berkarakter.
Keberhasilan Klub Kuda Mas Belu menyabet trofi Juara 1 menjadi simbol ketangguhan taktik dan konsistensi mental yang patut diapresiasi oleh seluruh insan olahraga catur regional.
Pertandingan yang ditutup dengan penuh keakraban ini berhasil mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus mengukuhkan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan di bumi perbatasan Belu.






