Diplomat Jepang Tinjau Dampak Bantuan Medis di Rumah Sakit Perbatasan Indonesia

BERITA, DAERAH, KESEHATAN31 Dilihat

Diplomat Jepang Tinjau Dampak Bantuan Medis di Rumah Sakit Perbatasan IndonesiaATAMBUA, GRANDISMA.COM – Delegasi tingkat tinggi dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis ke RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026) ini bertujuan untuk meninjau langsung efektivitas bantuan medis yang telah disalurkan pemerintah Jepang.

​Rombongan diplomatik tersebut dipimpin oleh Tetsuhashi Masashi, Ketua Sekretaris Pertama Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Seksi Ekonomi, didampingi oleh Tanaka Ittetsu, Kepala Bagian Ketenagakerjaan.

Kehadiran mereka di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste ini menandai pentingnya pengawasan bantuan internasional secara berkelanjutan.

​Direktur RSUD Atambua, dr. Vincentius Adrianus Leo, menyambut hangat kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata dari mitra mancanegara.

Pihak rumah sakit memaparkan bagaimana bantuan teknis dari Jepang telah mengubah wajah pelayanan kesehatan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota negara tersebut.

​Dalam tinjauannya, Masashi menekankan bahwa pemerintah Jepang sangat memedulikan keberlangsungan manfaat dari aset yang telah diberikan.

Ia ingin memastikan bahwa investasi di bidang kesehatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat lokal secara langsung dan dalam jangka panjang.

​Pihak Kedutaan juga melihat langsung alur kerja pelayanan medis di RSUD Atambua yang kini menjadi tulang punggung kesehatan di perbatasan.

Tinjauan ini mencakup evaluasi terhadap kesiapan tenaga medis dalam mengoperasikan teknologi terbaru hasil hibah pemerintah Jepang beberapa tahun silam.

​Kepala Bagian Ketenagakerjaan, Tanaka Ittetsu, juga menyoroti aspek sumber daya manusia yang mengelola fasilitas tersebut.

Menurutnya, pemeliharaan alat sama pentingnya dengan pengoperasian, dan ia memuji dedikasi staf RSUD Atambua dalam menjaga fasilitas bantuan tersebut.

​Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi tertutup mengenai tantangan logistik di daerah perbatasan.

Masashi menyatakan rasa puasnya melihat standar pelayanan yang tetap terjaga meskipun berada di wilayah geografis yang cukup menantang di ujung timur Pulau Timor.

​Melalui kunjungan ini, Jepang menegaskan posisinya sebagai mitra pembangunan utama bagi Indonesia di sektor kesehatan.

Langkah ini diharapkan menjadi model bagi kerja sama internasional lainnya dalam memperkuat ketahanan kesehatan di wilayah terdepan dan terluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *