Butuh Jumpa Orang Pintar, Presiden Prabowo Ingin Agendakan Pertemuan Rutin dengan Rektor Tiap Bulan

BERITA, NASIONAL13 Dilihat

Butuh Jumpa Orang Pintar, Presiden Prabowo Ingin Agendakan Pertemuan Rutin dengan Rektor Tiap BulanJAKARTA, GRANDISMA.COM – Visi kepemimpinan berbasis pengetahuan (knowledge-based leadership) tecermin kuat dalam pernyataan terbaru Presiden Prabowo Subianto saat menutup jalannya Sarasehan Kebangsaan di JCC Senayan.

Kepala Negara secara blak-blakan mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan intensitas pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Presiden mengusulkan agar agenda diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) antara kepala negara dan para pimpinan kampus digelar secara berkala setiap bulan.

​Presiden Prabowo menilai bahwa frekuensi pertemuan tatap muka dengan para rektor yang telah berjalan selama ini masih sangat minim dan belum mencukupi untuk membedah problematik bangsa.

Sebagai pemegang mandat nakhoda pemerintahan, ia mengaku membutuhkan masukan berkala dari para pemikir terbaik untuk menavigasi arah kebijakan negara di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.

Menurutnya, berdiskusi dengan orang-orang pintar merupakan kebutuhan mutlak bagi seorang pemimpin agar tetap memiliki perspektif yang luas dan visioner.

​”Karena itu, menurut saya, dan saya kalau empat kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu, benar. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar. Saya sebagai pemegang mandat, sebagai kendali atas negara Indonesia pada saat sekarang, saya diberi mandat sebagai nakhoda, katakanlah. Saya berusaha untuk selalu menyampaikan keadaan umum yang kita hadapi sebagai suatu bangsa,” ungkap Presiden Prabowo Subianto, Minggu (28/06/2026).

​Dalam paparannya, Presiden menganalogikan dunia saat ini kian mengecil akibat lompatan eksponensial di bidang sains dan teknologi.

Dampak dari perubahan global di satu belahan bumi dapat dirasakan secara instan di belahan bumi lainnya, termasuk dalam sektor ekonomi, ketahanan pangan, dan keamanan energi.

Menghadapi kompleksitas planet yang semakin terinterkoneksi tersebut, intervensi pemikiran dari para rektor dan ahli multidisiplin ilmu sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang cepat.

​Wacana pertemuan bulanan ini diproyeksikan akan dikemas dalam format sarasehan berkala yang lebih kasual namun tetap substantif, sehingga arus pertukaran informasi dari kampus ke istana dapat berjalan tanpa hambatan birokrasi.

Para rektor diharapkan dapat membawa data-data riil mengenai potensi daerah serta kendala pembangunan di wilayah masing-masing untuk dicarikan solusi bersama di tingkat pusat.

Pendekatan ini dipercaya mampu memangkas jarak antara teori akademis di menara gading dengan realitas empiris di lapangan.

​Rencana strategis Presiden Prabowo untuk merangkul para pimpinan perguruan tinggi ini mendapat respons positif dari kalangan akademisi yang hadir di JCC Senayan.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk pengakuan negara terhadap supremasi ilmu pengetahuan dalam tata kelola pemerintahan modern.

Pertemuan rutin bulanan yang diwacanakan tersebut diharapkan segera diformulasikan teknis pelaksanaannya oleh Sekretariat Negara, sehingga pola komunikasi intensif antara pemerintah dan intelektual dapat melembaga dengan kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *