Bunda Literasi Kabupaten Lembata Puji Prestasi Siswa SMANDU: Prestasi yang Dicapai Adalah Bukti Gerakan Literasi Kita Mulai Berjalan Positif!

BERITA, PENDIDIKAN23 Dilihat

Bunda Literasi Kabupaten Lembata Puji Prestasi Siswa SMANDU: Prestasi yang Dicapai Adalah Bukti Gerakan Literasi Kita Mulai Berjalan Positif!LEMBATA, GRANDISMA.COM – Puncak perayaan Festival Literasi Kabupaten Lembata Tahun 2026 menjadi momentum penting evaluasi sekaligus selebrasi bagi perkembangan budaya membaca di daerah.

Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq, secara terbuka memberikan pujian dan ruang apresiasi yang tinggi atas capaian estetis para pelajar dalam ajang Lomba Pembuatan Resensi Buku tingkat SMA yang memunculkan talenta-talenta muda berbakat.

​Dalam acara penyerahan hadiah yang berlangsung Sabtu, 20 Juni 2026, Ursula Surat Bayo Tuaq menilai raihan prestasi juara yang diukir oleh perwakilan siswa SMAN 2 Nubatukan (SMANDU) merupakan indikator valid.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa roda gerakan literasi di bumi Lembata kini sedang bergerak ke arah yang positif, terukur, dan berkelanjutan.

​”Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini, juga kepada sekolah, guru, komite, dan Dinas Kearsipan yang terus menghadirkan ruang kreatif melalui festival ini,” ujar Ursula dengan nada optimis.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar ruang-ruang kreatif seperti festival literasi ini bisa terus konsisten dilaksanakan setiap tahunnya.

​Senada dengan Bunda Literasi, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, ikut membedah esensi dari kompetisi resensi buku ini.

Ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan modern hari ini sudah bergeser; anak-anak tidak lagi sekadar dituntut menguasai arus informasi, melainkan harus memiliki kemampuan menyaring dan mengolahnya secara kritis melalui literasi.

​Sementara itu, Kepala SMAN 2 Nubatukan, Cletus Laba, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi anak didiknya yang mampu berbicara banyak di tingkat kabupaten.

Bagi Cletus, perhatian dan panggung yang diberikan pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan berharga bagi perjuangan panjang sekolahnya yang terletak di wilayah Lusikawak dalam membangun karakter anak didik.

​Pandangan visioner juga datang dari Koordinator Pengawas SMA/SMK/MA, Yohanes Mamun Sabaleku, yang memberikan catatan penting bagi seluruh peserta yang hadir.

“Membaca adalah jendela dunia, tetapi literasi adalah kunci untuk membuka pintu masa depan,” tegas Yohanes memotivasi para siswa agar tidak berhenti hanya pada aktivitas membaca pelengkap saja.

​Sementara itu, perwakilan masyarakat dan orang tua, Yohanes Tifaona  Ketua Komite Sekolah SMANDU, mengingatkan kembali esensi gotong royong dalam dunia pendidikan.

Ia menegaskan bahwa prestasi membanggakan yang lahir dari rahim sekolah merupakan buah dari kebanggaan bersama yang dirajut oleh kolaborasi tiga pilar utama: keluarga, sekolah, dan masyarakat luas.

​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh jajaran yang hadir untuk terus mengawal program literasi berbasis sekolah dan komunitas.

Festival Literasi 2026 sukses membuktikan bahwa dengan ruang kreatif yang tepat, anak-anak daerah mampu menunjukkan ketajaman berpikir yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *