BI Proyeksikan Ekonomi NTT 2026 Tumbuh hingga 5,54 Persen di Tengah Tantangan Global

BERITA, DAERAH, EKONOMI13 Dilihat

BI Proyeksikan Ekonomi NTT 2026 Tumbuh hingga 5,54 Persen di Tengah Tantangan GlobalKUPANG, GRANDISMA.COM – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2026 akan tetap berada di jalur positif. Pertumbuhan diperkirakan bergerak di rentang 4,94 persen hingga 5,54 persen.

​Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan proyeksi tersebut dalam acara Flobamora Business and Economic Forum di Kupang, Kamis (23/4). Optimisme ini didasarkan pada kinerja solid berbagai sektor utama di awal tahun.

​Meskipun optimis, Adidoyo memperingatkan adanya sejumlah tantangan global yang tetap harus diwaspadai. Ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas internasional menjadi risiko yang nyata bagi daerah.

​”Gangguan rantai pasok global serta pengetatan kebijakan fiskal di beberapa negara maju turut memengaruhi iklim investasi lokal,” jelas Adidoyo dalam paparannya.

​Untuk memitigasi risiko tersebut, BI menyarankan penguatan program ekonomi kerakyatan sebagai tameng utama. Ketahanan pangan lokal harus diperkuat agar NTT tidak terlalu bergantung pada pasokan luar pulau.

​Adidoyo juga menyoroti sektor perdagangan dan akomodasi makan minum yang mulai bangkit pasca-pandemi. Kehadiran berbagai perhelatan nasional di NTT diprediksi akan menjadi pengungkit konsumsi rumah tangga.

​Selain itu, hilirisasi rumput laut, jambu mete, dan kopi diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan. Komoditas ini memiliki permintaan tinggi di pasar ekspor jika dikelola secara profesional.

​Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar dan mengawal distribusi likuiditas di NTT. Penyaluran kredit yang tepat sasaran menjadi fokus koordinasi bersama pemerintah daerah.

​Sinergi antara otoritas moneter dan fiskal di tingkat provinsi diyakini mampu meredam tekanan eksternal. Adidoyo menekankan pentingnya transparansi data untuk menarik minat investor asing masuk ke NTT.

​Peningkatan produksi komoditas unggulan harus dibarengi dengan efisiensi logistik di wilayah kepulauan. Infrastruktur pelabuhan yang memadai menjadi syarat mutlak agar proyeksi pertumbuhan 5,54 persen dapat tercapai.

​BI juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS di pasar-pasar tradisional seluruh NTT. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan transparan.

​Laporan proyeksi ini diharapkan menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun rencana strategis tahun berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *