Akselerasi Bantuan Pusat, Wabup Vicente Instruksikan PPL Belu Dampingi Petani Berbasis Digital

BERITA, DAERAH, PERTANIAN26 Dilihat

Akselerasi Bantuan Pusat, Wabup Vicente Instruksikan PPL Belu Dampingi Petani Berbasis DigitalATAMBUA, GRANDISMA.COM – Penyerahan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Kabupaten Belu menjadi momentum penting bagi transformasi kinerja aparatur sipil di sektor pertanian.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, memanfaatkan momentum penyerahan 4 unit hand tractor dan 10 unit pompa air di Dinas Pertanian untuk menegaskan pentingnya adaptasi teknologi digital.

Aparat dinas dituntut tidak lagi sekadar bekerja normatif, melainkan harus mampu menjemput bola program pusat.

​Dalam arahannya di hadapan belasan Kelompok Tani (Poktan), Rabu (24/06/2026), Wabup Vicente menginstruksikan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPA) untuk meningkatkan kapasitas pendampingan.

PPL diminta menjadi jembatan penghubung yang aktif antara petani di desa dengan program strategis di Kementerian Pertanian RI.

Indikator keberhasilan penyuluh kini diukur dari seberapa banyak kelompok tani yang berhasil mengakses program nasional.

​Secara teknis, para PPL diwajibkan mendampingi kelompok tani dalam penyusunan proposal permohonan bantuan secara elektronik.

Petani di wilayah perbatasan harus mulai diperkenalkan dengan sistem digital dan website resmi kementerian guna transparansi data.

Pola ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan kuota bantuan bagi Kabupaten Belu yang berstatus sebagai serambi depan negara.

​”Para penyuluh harus lebih aktif di lapangan, jangan hanya menunggu. Ajarkan dan dampingi petani kita untuk mengajukan proposal ke kementerian lewat sistem digital yang ada. Kita harus memanfaatkan kuota pusat secara maksimal agar modernisasi pertanian di Belu bisa berjalan lebih cepat dan merata,” tegas Vicente Hornai Gonsalves.

​Langkah digitalisasi ini berjalan selaras dengan upaya Pemkab Belu yang tengah gencar memodernisasi sektor pertanian.

Penyerahan 14 unit alsintan kali ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan riil di seluruh kecamatan.

Oleh karena itu, skema penganggaran daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) mendatang akan diprioritaskan untuk penambahan 10 unit mesin pompa air baru.

​Wabup Vicente juga mengingatkan pentingnya aspek pemeliharaan aset pasca-penyerahan bantuan dilakukan.

Manajemen kelompok tani harus diperbaiki agar biaya operasional dan perawatan mesin dapat ditanggung secara bersama secara mandiri.

Prinsip gotong royong harus dikedepankan agar masa pakai (lifetime) dari mesin bantuan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

​Menanggapi instruksi tersebut, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu menyatakan kesiapannya untuk melakukan supervisi ketat di tingkat lapangan.

Pemetaan terhadap efektivitas penggunaan traktor tangan dan pompa air akan dilaporkan secara periodik.

Langkah ini dilakukan agar aset negara tersebut tidak terlantar atau dialihfungsikan secara ilegal oleh oknum tertentu.

​Transformasi pertanian berbasis digital dan mekanisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi sedikitnya 140 kepala keluarga petani penerima manfaat.

Dengan optimalisasi pengelolaan air dan pengolahan tanah, intensitas tanam di wilayah perbatasan diharapkan dapat meningkat dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *