TEHERAN, GRANDISMA.COM – Pasukan militer Iran melaporkan telah mencegat dan menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak (drone) misterius yang memasuki wilayah udara mereka di Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi pada malam hari, Rabu (06/05/2026), di tengah status siaga tinggi yang diberlakukan oleh angkatan bersenjata Republik Islam tersebut.
Sistem pertahanan udara Iran yang ditempatkan di pesisir Selat Hormuz mendeteksi objek terbang yang tidak memberikan identitas tersebut sebelum akhirnya melepaskan tembakan presisi.
Drone tersebut dilaporkan hancur berkeping-keping dan terbakar di langit sebelum jatuh ke wilayah perairan dan pesisir sekitar.
Hingga saat ini, pihak Iran menyatakan belum mengetahui secara pasti siapa pemilik drone tersebut.
Investigasi sedang dilakukan terhadap puing-puing drone yang ditemukan oleh warga setempat untuk mengidentifikasi asal-usul dan misi dari pesawat tanpa awak tersebut. Sejumlah warga di daerah pesisir membantu proses evakuasi puing-puing yang tersebar.
Insiden penembakan ini membuktikan bahwa meskipun ada upaya negosiasi damai, wilayah Selat Hormuz tetap menjadi titik panas yang sangat rahasia dan berbahaya.
Blokade yang dilakukan oleh Iran di satu sisi dan kehadiran kapal perang Amerika Serikat di sisi lain membuat ruang udara di kawasan tersebut sangat sensitif.
Pihak militer Iran menegaskan tidak akan mentoleransi intrusi apa pun ke dalam wilayah kedaulatan mereka, terutama di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital logistik dunia.
Mereka memperingatkan bahwa setiap objek yang mencoba menembus blokade tanpa izin akan mengalami nasib yang sama.
Pengamat militer menilai drone tersebut kemungkinan besar sedang melakukan misi pengintaian untuk memantau pergerakan armada laut Iran atau mencari celah dalam sistem pertahanan udara yang baru saja diperkuat oleh Teheran.
Kejadian ini menambah panjang daftar insiden gesekan militer di Selat Hormuz dalam dua bulan terakhir.
Ketegangan ini terus berlanjut meskipun tekanan internasional untuk melakukan gencatan senjata total terus disuarakan oleh berbagai pihak, termasuk PBB.
Warga di sekitar lokasi kejadian melaporkan sempat mendengar suara ledakan keras di langit sebelum melihat kobaran api jatuh ke arah laut.
Militer Iran telah menutup area penemuan puing untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh tim ahli teknologi kedirgantaraan.
