3.078 Personel Dikerahkan: Operasi Pengamanan Natal-Tahun Baru Sulawesi Tenggara Sampai 5 Januari

BERITA, DAERAH181 Dilihat

Kendari, Grandisma.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025-2026 yang akan berlangsung hingga 5 Januari 2026. Sebanyak 3.078 personel dari berbagai instansi dikerahkan untuk menjaga kondusivitas dan keamanan selama perayaan.

Operasi ini diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama umat Kristiani yang merayakan Natal, dapat menjalankan ibadah dan perayaan dengan aman, tertib, dan lancar. Pihak berwenang juga memastikan keamanan di daerah rawan dan titik keramaian sepanjang periode operasi.

Di tengah suasana khidmat Malam Natal, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka melakukan patroli langsung ke sejumlah gereja dan posko keamanan di Kota Kendari, Rabu (24/12/2025) malam. Ia turun bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memantau kesiapsiagaan personel.

Personel yang dikerahkan terdiri atas unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), aparatur pemerintah daerah, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Setiap elemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk memastikan koordinasi yang optimal.

Selama patroli, Gubernur mengunjungi setidaknya empat gereja di Kendari, yakni Gereja Ora Et Labora, Gereja Santo Clemens, Gereja Immanuel, dan Gereja Santo Fransiskus Xaverius. Di setiap lokasi, ia memeriksa kondisi personel, sarana pendukung, dan sistem komunikasi antar instansi.

Gubernur meninjau kesiapan personel pengamanan yang berjaga di sekitar gereja dan pos pengamanan. Ia juga memastikan bahwa koordinasi lintas instansi berjalan lancar, sehingga setiap masalah yang muncul dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” ujar Andi Sumangerukka dalam sambutannya kepada personel yang berjaga di Gereja Santo Fransiskus Xaverius.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh jajaran Forkopimda serta para stakeholder yang terlibat dalam operasi pengamanan. Ia mengakui dedikasi yang diberikan oleh semua pihak untuk menjaga keamanan masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada para personel yang harus berjaga malam hari dan meninggalkan keluarga selama perayaan. Menurutnya, kerja sama semacam ini menjadi pondasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Operasi Pengamanan Natal-Tahun Baru ini tidak hanya difokuskan pada keamanan ibadah, tetapi juga pada keamanan di titik keramaian seperti pasar, tempat wisata, dan jalan raya. Pihak berwenang juga melakukan pengawasan terhadap lalu lintas untuk mencegah kecelakaan.

Selama periode operasi hingga 5 Januari 2026, personel akan terus melakukan patroli secara teratur di seluruh wilayah provinsi Sultra. Mereka juga akan menjaga komunikasi yang terjalin dengan masyarakat untuk menerima laporan jika ada keanehan.

Gubernur mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga selama perayaan. Ia juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi yang mengganggu ketertiban dan keamanan.

Melalui operasi ini, Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen untuk menciptakan suasana perayaan yang damai, aman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh warga. Hal ini selaras dengan visi membangun Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Saat ini, semua personel yang dikerahkan telah berada di posisi masing-masing dan siap menjalankan tugas. Koordinasi antar instansi telah terjalin dengan baik, sehingga operasi pengamanan diharapkan dapat berjalan dengan optimal.

Momentum Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat dan damai berkat kerja sama seluruh pihak. Dengan dukungan dari masyarakat dan profesionalisme personel, keamanan di Sultra akan tetap terjaga hingga akhir periode operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *