WASHINGTON, GRANDISMA.COM – Pemerintah Amerika Serikat memastikan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan segera mereda menyusul tercapainya kesepakatan lembar persyaratan (term sheet) terbaru dengan Iran.
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen pembukaan kembali jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz yang sebelumnya tersendat akibat konflik bersenjata.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa pembukaan Selat Hormuz akan menormalisasi kembali arus lalu lintas kapal tanker dan menstabilkan pasokan energi global.
Selat strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak mentah dunia tersebut selama beberapa waktu terakhir berada di bawah ancaman serangan rudal dan drone.
Menurut Vance, pengumuman gencatan senjata dan kesepakatan damai ini menjadi bukti nyata dari pendekatan diplomasi non-konvensional yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump.
Kebijakan luar negeri yang dinilai berani tersebut mampu membawa kedua belah pihak kembali ke meja perundingan demi kepentingan stabilitas ekonomi transnasional.
Kepastian mengenai detail penandatanganan lembar persyaratan damai tersebut diungkapkan oleh JD Vance pada saat berbicara di podcast The Diary of a CEO bersama host Steven Bartlett yang diunggah pada 18 Juni 2026.
Vance menegaskan bahwa lembar komitmen tersebut nyata dan akan segera ditindaklanjuti menjadi kontrak formal yang mengikat.
Langkah taktis berikutnya yang akan diambil oleh koalisi internasional adalah melakukan pembersihan ranjau laut di sepanjang jalur perairan Selat Hormuz.
Pemerintah Iran juga dikabarkan telah sepakat untuk menghentikan peluncuran drone penyerang ke arah kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan perairan tersebut.
Vance tidak menampik bahwa konflik jangka pendek di selat tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga mencapai angka 126 Dolar AS per barel.
Namun, pasca adanya kesepakatan damai ini, harga minyak dunia dilaporkan langsung mengalami penurunan signifikan hingga menyentuh angka 82 Dolar AS per barel.
Meskipun kesepakatan ini disambut baik oleh pasar global, Vance menyatakan bahwa Amerika Serikat tetap menaruh kewaspadaan tingkat tinggi dan tidak akan menurunkan pengawasan secara drastis.
Pemerintahan Trump menempatkan diri sebagai mitra senior yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan kekuasaan internasional.
Melalui reintegrasi ekonomi yang ditawarkan, pihak Iran diharapkan dapat berperilaku seperti negara normal dan memanfaatkan pencabutan sanksi ekonomi untuk kemakmuran rakyatnya.
Proses verifikasi di lapangan akan terus berjalan secara ketat guna memastikan seluruh poin kesepakatan dipatuhi secara konsisten.





