Wagub NTT Tinjau Kawasan Industri Bolok, Dorong Tata Kelola yang Lebih Transparan

BERITA, DAERAH, POLITIK189 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Bolok (KIB) pada Kamis (8/1/2026).

Kunjungan tersebut fokus pada evaluasi perkembangan kawasan dan penekanan pentingnya tata kelola yang lebih transparan serta akuntabel.

Kawasan Industri Bolok berlokasi di Desa Bolok dan Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Rombongan Wagub NTT tiba di lokasi dan disambut langsung oleh jajaran manajemen serta staf KIB, termasuk Komisaris KIB Yohanes Oktovianus dan Direktur KIB Toni Angtariksa Dima.

Dalam kunjungan tersebut, Johni Asadoma didampingi oleh sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah (PPD) Provinsi NTT.

Di antaranya Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT Alexon Lumba, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT Zeth Sony Libing, serta Kepala Dinas Peternakan NTT Yakobus Oktavianus.

Juga menyertai rombongan adalah Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian Linus Lusi dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT Selfi Nange.

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan perhatian serius Pemprov NTT terhadap pengembangan KIB.

Sebagai kawasan industri strategis, KIB dibentuk melalui regulasi daerah Pemprov NTT.

Tujuan utama pendirian kawasan ini adalah mempercepat pertumbuhan sektor industri, perdagangan, dan jasa untuk meningkatkan perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat NTT.

Luas total kawasan mencapai sekitar 900 hektare, yang dibagi menjadi beberapa hamparan lahan.

Hamparan seluas 191 hektare telah memiliki sertifikat hak kelola lahan, sementara bagian lahan lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi.

Sejumlah perusahaan telah mulai memanfaatkan lahan di KIB. Di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PT Gulf Mangan Group, PT Dwi Sejati Timor Beton, serta beberapa badan usaha lain yang tengah menyewa lahan di dalam kawasan.

KIB dikelola oleh PT Kawasan Industri Bolok, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Perusahaan ini membuka peluang investasi baik domestik maupun internasional untuk sektor industri, manufaktur, dan jasa melalui penyediaan lahan, kemudahan perizinan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Dalam arahannya yang menjadi fokus kunjungan, Wagub NTT menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pengelolaan KIB.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan dan proses di kawasan harus dapat diakses dan diawasi dengan jelas oleh berbagai pihak terkait.

Selain transparansi, Johni Asadoma juga menekankan akuntabilitas dalam tata kelola.

Ia menyatakan bahwa pengembangan kawasan ini harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat NTT, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

“Kawasan Industri Bolok memiliki posisi strategis secara geografis, dengan akses langsung ke laut yang dapat mendukung kegiatan ekspor-impor dan konektivitas logistik,” ujar Wagub Johni

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama pengelola kawasan harus terus melakukan promosi aktif kepada calon investor.

Hal ini dapat dilakukan melalui perbaikan fasilitas, promosi nasional dan internasional, serta kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk Bea Cukai Kupang dan asosiasi bisnis.

“Kita harus proaktif. Transparansi dalam pengelolaan akan menjadi modal utama untuk menarik investasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi daerah,” tegasnya.

Sejumlah rencana jangka menengah juga telah direncanakan untuk memperkuat KIB, antara lain pembangunan fasilitas pendukung seperti reservoir air bersih, ruang gudang siap pakai, hingga peluang pengembangan pelabuhan New Kupang Port yang akan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat logistik dan nilai tambah industri.

Wagub NTT kembali menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk terus mendukung percepatan pengembangan KIB dengan regulasi yang kondusif dan dukungan fasilitas yang memadai.

“Ini potensi yang kita miliki. Dengan tata kelola yang transparan, investasi yang masuk akan mampu menciptakan dampak ganda bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di NTT,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *