KUPANG, GRANDISMA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, memimpin upacara bendera memperingati Hari Kesadaran Nasional di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Rabu (17/6) pagi.
Upacara rutin bulanan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Momentum peringatan bulan ini dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat pengabdian serta pemberhentian dengan hormat bagi PNS yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) per periode Juli 2026.
​Hadir dalam upacara tersebut Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta seluruh Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov NTT.
Penyerahan SK pensiun ini menjadi bentuk penghargaan tertinggi dari pemerintah daerah atas dedikasi, loyalitas, dan jasa-jasa pengabdian yang telah diberikan para PNS selama puluhan tahun mengabdi di korps birokrasi.
Wagub Johni menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian kepada bangsa, melainkan transisi untuk berkontribusi di tengah masyarakat dalam kapasitas yang berbeda.
​Dalam amanatnya, Wagub Johni Asadoma menekankan bahwa kedisiplinan dan integritas yang telah ditunjukkan oleh para purnabakti harus menjadi contoh konkrit bagi para ASN muda yang masih aktif bertugas.
Penyerahan SK kenaikan pangkat pengabdian menjelang masa pensiun merupakan bukti nyata bahwa birokrasi memberikan apresiasi tinggi terhadap aparatur yang konsisten menjaga kebersihan rekam jejak kariernya dari pelanggaran hukum dan kode etik selama masa kerja.
​”Disiplin adalah fondasi utama dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ASN. Disiplin tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan formal, tetapi mencerminkan integritas dan profesionalisme sejati dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat NTT,” tegas Wagub Johni Asadoma di hadapan ribuan peserta upacara yang memadati lapangan Gedung Sasando.
​Upacara Hari Kesadaran Nasional ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi kinerja berkala bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Pemprov NTT menuntut adanya peningkatan akuntabilitas kerja di tengah kompleksnya tantangan pembangunan daerah, mulai dari penanganan stunting hingga percepatan penyerapan anggaran triwulan kedua tahun 2026.
Penyerahan SK pensiun secara seremonial ini diharapkan mampu memicu motivasi kerja para ASN aktif untuk terus mengukir prestasi kerja sebelum menyudahi masa bakti.
​Upacara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan kehormatan dari Wakil Gubernur beserta para pejabat teras Pemprov NTT kepada para aparatur yang memasuki masa pensiun.
Plh Sekda NTT, Flouri Rita Wuisan, memastikan bahwa proses administrasi hak-hak pensiun para ASN tersebut telah dirampungkan secara cepat dan transparan melalui sistem digitalisasi kepegawaian.
Langkah ini memastikan para purnabakti menerima hak jaminan hari tua mereka tepat waktu tanpa ada kendala birokrasi.
