Atambua, Grandisma.com – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, menunjukkan ketegasannya dalam rapat koordinasi (rakor) penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang diadakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Selasa (25/11/2024).
Rapat ini membahas pemberian bantuan beras dan minyak goreng untuk periode Oktober-November 2025.
Dalam sambutannya, Wabup Vicente mengajak seluruh peserta rakor untuk bersyukur atas kesempatan berkumpul dan membahas isu penting ini.
Namun, nada bicaranya berubah menjadi serius ketika menyinggung soal data penerima bantuan yang dinilai tidak akurat.
“Jumlah kepala keluarga penerima bantuan melonjak dari 17.121 menjadi 18.642. Ini angka yang besar dan harus kita evaluasi,” ujarnya dengan nada prihatin.
Wabup Vicente mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja beberapa camat yang dilaporkan sering tidak berada di kantor saat masyarakat membutuhkan pelayanan.
Ia mempertanyakan bagaimana pelayanan bisa berjalan efektif jika pemimpin wilayah tidak hadir.
“Ada laporan masyarakat bahwa beberapa camat jarang berada di kantor. Bagaimana kita bisa melayani masyarakat kalau pemimpin wilayah tidak berada di tempat?” tanyanya dengan nada tinggi.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat dan meminta agar bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, bukan berdasarkan kedekatan atau hubungan keluarga.
“Jangan karena ada bantuan lalu dibagi kepada orang terdekat. Semua warga di wilayah kalian adalah keluarga yang harus dilayani,” tegasnya.
Wabup Vicente juga menyampaikan harapan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar setiap daerah mampu mandiri dalam ketahanan pangan, energi, dan air.
Ia meminta para camat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pemerintah desa demi menjaga sinkronisasi program dan memastikan adanya perubahan nyata di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, ia menyoroti ketidaksesuaian data kemiskinan di lapangan. Banyak warga mampu yang kerap menerima bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak tersentuh.
“Data harus diperbaiki. Saya minta RT/RW mendata ulang supaya data kita valid dan tepat sasaran,” pintanya.
Di akhir sambutannya, Wabup Vicente menekankan pentingnya pemanfaatan keuangan negara secara tepat demi kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap agar seluruh pihak terkait dapat bekerja sama untuk memastikan bantuan CPP tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Belu.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan arahan teknis untuk memastikan kelancaran penyaluran bantuan.
Hadir dalam rakor tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, para pimpinan OPD Kabupaten Belu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Atambua, para camat, lurah, para kepala desa, serta para PJ desa se-Kabupaten Belu.

