Terobosan Akademik di Tengah Efisiensi Anggaran: Riset Undana Hadirkan Model Hilirisasi Perikanan untuk Dongkrak Ekonomi dan Atasi Stunting di Lembata

BERITA, PENDIDIKAN17 Dilihat

Terobosan Akademik di Tengah Efisiensi Anggaran: Riset Undana Hadirkan Model Hilirisasi Perikanan untuk Dongkrak Ekonomi dan Atasi Stunting di LembataLEMBATA, GRANDISMA.COM – Di tengah gelombang efisiensi fiskal yang tengah melanda hampir seluruh daerah di tanah air, dinamika pembangunan terbukti tidak boleh kehilangan arah dan berhenti berdenyut.

​Justru di dalam keterbatasan anggaran yang ketat tersebut, dibutuhkan suatu keberanian konseptual untuk membaca ulang potensi lokal serta menghadirkan inovasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat.

​Semangat kebangkitan daerah inilah yang kemudian diterjemahkan secara nyata oleh dunia akademik melalui kehadiran para akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kabupaten Lembata.

​Dipimpin langsung oleh Dr. Hamza H. Wulakada bersama tim penelitinya, Undana membawa misi besar berupa riset berdampak yang fokus mentransformasikan potensi kelautan Lembata menjadi kekuatan ekonomi baru.

​Penelitian komprehensif yang diinisiasi ini mengusung tajuk Model Hilirisasi Produk Perikanan Berbasis Industri Rumah Tangga sebagai Strategi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Lembata.

​Tidak sekadar berhenti pada tataran teoritis di ruang-ruang kuliah, tim peneliti terjun secara langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan pemetaan rantai pasok dan pendampingan teknis di lapangan.

​Pelaksanaan program strategis ini menyasar lima wilayah desa binaan, yakni Desa Babukerong, Weijarang, Weilolong, Kolipadan, serta Tapobaran yang memiliki kekayaan potensi perikanan melimpah.

​Dalam praktiknya, masing-masing desa diarahkan untuk memilih tiga komoditas unggulan dari enam varian alternatif produk olahan perikanan yang telah disiapkan oleh tim peneliti.

​Varian produk bernilai tambah tersebut mencakup bromen, abon ikan, ikan kering, keripik ikan, bubuk ikan, hingga produk tradisional ikan asap yang higienis dan bernutrisi tinggi.

​“Kita ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, di mana potensi perikanan Lembata tidak boleh hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi harus diolah menjadi produk, menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” jelas Dr. Hamza H. Wulakada, Jumat, 11 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *