Terima Laporan Frans Lumentut, Gubernur NTT Instruksikan Pejabat Turun ke Lapangan dan Jalan Kaki

BERITA, DAERAH, POLITIK113 Dilihat

Terima Laporan Frans Lumentut, Gubernur NTT Instruksikan Pejabat Turun ke Lapangan dan Jalan KakiKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya setelah menerima laporan dari aktivis sosial Frans Lumentut.

Gubernur meminta para pejabat pemerintah untuk meninggalkan zona nyaman dan lebih sering turun ke lapangan secara langsung.

​Instruksi ini disampaikan Melki saat menerima audiensi Frans di Kupang, Kamis (16/4), pasca-aksi jalan kaki sejauh 945 kilometer yang dilakukan aktivis tersebut.

Melki merasa cara Frans menyerap aspirasi dengan berjalan kaki adalah pola kerja yang seharusnya diadopsi oleh birokrasi modern.

​“Jangan hanya turun di lokasi acara saat kunjungan kerja. Turun lebih jauh, jalan kaki satu kilometer agar tahu kondisi jalan yang dilalui rakyat,” tegas Melki.

Ia ingin jajarannya merasakan langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan akses publik.

​Menurut Melki, pendekatan seremonial sudah tidak relevan lagi untuk membangun NTT yang memiliki tantangan geografis berat.

Ia bahkan memberi contoh dengan membiasakan diri berjalan kaki dari rumah jabatan menuju kantor dalam beberapa hari terakhir sebagai bentuk solidaritas.

​Frans Lumentut dalam laporannya menyebutkan bahwa banyak kebijakan pemerintah yang seringkali tidak menyentuh persoalan mendasar di desa karena kurangnya pemantauan langsung.

Ia menemukan infrastruktur yang terbengkalai dan pelayanan publik yang tidak optimal di pulau-pulau yang ia lintasi.

​Mendengar hal itu, Melki menyatakan akan melakukan reformasi dalam pola kunjungan kerja pejabat Pemprov NTT.

Ia menuntut adanya laporan detail mengenai kondisi sosial-ekonomi di setiap titik yang dikunjungi, bukan sekadar foto-foto dokumentasi kegiatan formal.

​Gubernur juga mengapresiasi keberanian Frans yang menyuarakan ketimpangan akses sekolah. Menurutnya, aksi jalan kaki lintas enam pulau tersebut telah membuka perspektif baru bagi pemerintah dalam menyusun prioritas pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

​Lebih lanjut, Melki menekankan bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dengan cara yang lebih membumi.

Ia berencana mengajak para kepala dinas untuk melakukan evaluasi lapangan dengan pola “blusukan” yang lebih intensif di wilayah-wilayah yang dilaporkan Frans.

​Frans menyambut baik respons Gubernur. Ia menilai keterbukaan pemimpin untuk mendengar kritik langsung dari masyarakat adalah langkah awal yang positif bagi kemajuan daerah.

Bagi Frans, kunjungannya ke kantor gubernur adalah jembatan bagi suara masyarakat kecil yang ia temui di jalan.

​Diskusi tersebut juga membahas tentang penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Gubernur ingin agar semangat gotong royong yang ditemukan Frans selama perjalanan dapat diintegrasikan dalam program-program pemberdayaan desa di seluruh wilayah NTT.

​Kebijakan “jalan kaki” bagi pejabat ini diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan sebuah perubahan budaya kerja.

Melki ingin memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar berdampak pada perbaikan kualitas hidup warga di pelosok.

​Audiensi ini menandai babak baru sinergi antara pemerintah daerah dengan pegiat sosial di NTT.

Keduanya sepakat bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia, dengan pendidikan sebagai fondasi utama yang tidak boleh diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *