Tegas! Mendagri Akhirnya Memberhentikan Sementara Mirwan MS, Aceh Selatan Dipimpin Plt Baital Mukadis

BERITA, NASIONAL, POLITIK284 Dilihat

Jakarta, Grandisma.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengambil keputusan resmi untuk memberhentikan sementara Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, setelah polemik kepergiannya menunaikan umrah di tengah musibah banjir yang melanda daerahnya.

Keputusan ini diumumkan dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025).

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh pejabat terkait, Tito Karnavian menyatakan bahwa pemberhentian sementara Mirwan MS dilakukan untuk memastikan penanganan bencana banjir di Aceh Selatan berjalan lancar dan sesuai dengan standar kepemimpinan yang dibutuhkan.

Ia juga menekankan bahwa keputusan ini berdasarkan pertimbangan objektif terkait kesiapan pemimpin dalam menghadapi situasi krisis.

Selaras dengan pemberhentian Mirwan MS, Wakil Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan.

Penunjukan Plt ini berlaku mulai hari ini dan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang telah dikeluarkan Kemendagri.

“Tugas Plt-nya Bapak Baital Mukadis adalah memastikan penanggulangan bencana berjalan optimal, memulihkan kondisi daerah, dan menjaga stabilitas masyarakat Aceh Selatan,” jelas Tito Karnavian.

Ia juga menambahkan bahwa surat keputusan pemberhentian dan penunjukan Plt telah dikirimkan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Selama periode pemberhentian sementara, Mirwan MS akan menjalani program magang dan pendidikan di Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilayah (Ditjen Adwil) Kemendagri, serta mengikuti pelatihan bersama Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

“Mungkin yang bersangkutan belum terlatih bagaimana menangani krisis, jadi ini waktunya untuk belajar,” ungkap Tito.

Polemik yang melibatkan Mirwan MS bermula ketika ia pergi menunaikan umrah meskipun Gubernur Aceh telah menolak izinnya, dan daerahnya sedang dilanda banjir yang telah menewaskan 12 orang dan mengungsikan lebih dari 5.000 jiwa warga.

Kasus ini bahkan sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto yang merasa marah dan meminta Tito untuk segera mencopot bupati tersebut.

“Kalau yang mau lari, lari aja, copot itu. Mendagri bisa ya diproses. Bisa?” ujar Prabowo dalam rapat terbaru, yang juga mengaitkan tindakan Mirwan dengan “desersi” seperti tentara yang meninggalkan tugasnya di tengah perang.

Sebelum dihentikan, Mirwan MS telah menyampaikan permohonan maaf publik kepada Presiden Prabowo, Mendagri Tito, Gubernur Aceh, dan seluruh masyarakat.

Ia mengakui bahwa kepergiannya di tengah bencana telah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional, serta berjanji agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain pemberhentian sementara dari jabatan bupati, Partai Gerindra – tempat Mirwan bernaung – juga telah mencopotnya dari jabatan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.

Keputusan ini diumumkan oleh pejabat DPP Gerindra sebagai tanda komitmen partai dalam menjaga integritas kepemimpinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *