Serap Aspirasi di Desa Teun, Gede Manek Sugiartana Tampung Keluhan Petani hingga Program MBG

BERITA, DAERAH, POLITIK11 Dilihat

Serap Aspirasi di Desa Teun, Gede Manek Sugiartana Tampung Keluhan Petani hingga Program MBGATAMBUA, GRANDISMA.COM – Puluhan masyarakat Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, tampak antusias menghadiri kegiatan reses yang digelar oleh anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi PDI Perjuangan, Gede Manek Sugiartana. Pertemuan tatap muka yang terjadi pada Sabtu, (8/26) tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai pergumulan mendasar yang dihadapi di tingkat desa.

​Dalam dialog interaktif yang berlangsung hangat tersebut, fokus perhatian masyarakat tertuju pada dua isu utama, yaitu sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.

​Isu terkait program MBG secara khusus disuarakan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Teun, Blasius Manek. Ia menyoroti belum meratanya jangkauan program pemerintah pusat tersebut bagi anak-anak sekolah di wilayah pedesaan.

​Blasius Manek mengeluhkan bahwasannya anak-anak sekolah mulai dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Teun hingga saat ini belum tersentuh manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pemenuhan gizi anak-anak di pedesaan sangat krusial untuk mendukung tumbuh kembang dan proses belajar mereka.

​Senada dengan warga, Kepala Desa Teun, Agustinus Min, turut memberikan penegasan mengenai kondisi krusial yang dialami warganya, terutama pada sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa ketersediaan sarana penunjang dan bantuan input pertanian menjadi kebutuhan yang sangat mendesak demi kelangsungan hidup petani setempat.

​Agustinus Min membeberkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Teun menggantungkan hidup dari berbudidaya tanaman, namun sangat minim sarana pendukung seperti traktor, mesin perontok padi, hingga mesin pompa air. Selain alat mesin pertanian (alsintan), persoalan pupuk bersubsidi juga menjadi kendala utama karena sebagian besar petani justru mengaku kerap tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi saat masa tanam tiba.

​Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gede Manek Sugiartana mencatat secara detail setiap poin yang disampaikan warga maupun pemerintah desa. Politisi PDI Perjuangan ini berkomitmen untuk memperjuangkan keluhan tersebut dalam pembahasan anggaran dan rapat kerja bersama dinas-dinas teknis terkait di DPRD Kabupaten Belu.

​Gede Manek menegaskan bahwa sektor pertanian dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah di kawasan perbatasan harus menjadi prioritas pembangunan daerah.

Kegiatan reses ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal setiap aspirasi agar dapat direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat Desa Teun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *