Serahkan Bantuan Ternak di Umanen, Staf Ahli Bupati Belu Ingatkan Agar Berkelanjutan  

BERITA, DAERAH, POLITIK163 Dilihat

Atambua, Grandisma.com – Staf Ahli Bupati Belu Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Aloysius Fahik, S.STP, telah menyerahkan secara simbolis bantuan hibah ternak tahun 2025 kepada kelompok penerima di Kantor Lurah Umanen, Kamis (19/12/2025).

Acara tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan pesan penting soal pengelolaan bantuan yang berkelanjutan.

Kegiatan penyerahan dihadiri oleh berbagai tokoh lokal, antara lain Pimpinan OPD, para Camat, Lurah, serta seluruh kelompok tani dan peternak dari 11 kecamatan yang menjadi penerima bantuan.

Semua hadirin menyaksikan penyerahan simbolis kepada lima kelompok perwakilan yang mewakili seluruh penerima.

Dalam sambutannya, Aloysius Fahik terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Belu yang tidak dapat hadir secara langsung. Alasan ketidakhadiran adalah karena Bupati tengah terlibat rapat daring bersama Menteri Dalam Negeri.

Rapat daring tersebut membahas dua topik prioritas, yaitu antisipasi perubahan cuaca ekstrem dan program Dapur Makan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu program utama Presiden Republik Indonesia.

“Bapak Bupati tidak bisa ditinggalkan dari rapat itu, karena kedua topiknya sangat krusial,” ujarnya.

Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai jenis ternak beserta pakan dan obat-obatan, sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Belu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan.

Total penerima bantuan sebanyak 77 kelompok yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Belu. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang, yang diharapkan bekerja sama secara aktif dan solid dalam mengelola bantuan.

Rincian bantuan antara lain 5 kelompok ternak sapi, yang masing-masing menerima 10 ekor sapi bibit betina. Jenis ternak ini dipilih karena memiliki potensi pendapatan jangka panjang bagi masyarakat.

Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan ternak babi, dengan rincian 10 ekor bibit babi betina per kelompok, 900 kg pakan, serta biaya kandang sebesar Rp3.000.000 (dalam bentuk 10 paket kandang Rp300.000).

Ada juga 7 kelompok ternak kambing yang mendapatkan 10 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing jantan per kelompok, ditambah biaya kandang Rp1.500.000 (10 paket kandang Rp150.000).

Yang paling banyak adalah 50 kelompok ternak Ayam KUB, yang masing-masing menerima 150 ekor bibit ayam KUB, 780 kg pakan, biaya kandang Rp1.500.000, serta 1 paket vaksin dan obat-obatan.

Wilayah penerima bantuan mencakup Kecamatan Atambua Barat, Atambua Selatan, Kakuluk Mesak, Kota Atambua, Lamaknen, Lamaknen Selatan, Lasiolat, Raihat, Raimanuk, Tasifeto Barat, dan Tasifeto Timur.

Pada kesempatan yang sama, Aloysius Fahik menegaskan pentingnya mengelola bantuan secara serius dan berkelanjutan. Ia memberikan peringatan khusus kepada penerima bantuan sapi dan kambing tentang kesiapan pakan.

“Kalau ternak babi dan ayam, pakannya bisa dibeli di toko. Tapi untuk sapi dan kambing, pakannya harus kita tanam sendiri di lahan kosong. Itu adalah kunci agar pemeliharaan tidak terhenti,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak dijual demi kebutuhan sesaat, terutama menjelang hari raya. Ia memberikan contoh pengalaman masa lalu program Impres Desa Tertinggal (IDT) yang gagal karena pola pikir “Indonesia Diak Tebes”.

“Ajak ubah pola pikir dan manfaatkan pendampingan dari Dinas Peternakan serta Penyuluh Lapangan. Semua anggota kelompok harus aktif, jangan cuma beberapa orang saja yang bekerja. Hanya dengan begitu, bantuan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *