Atambua, Grandisma.com – Sebanyak 77 kelompok masyarakat di 11 kecamatan Kabupaten Belu menerima bantuan hibah ternak tahun 2025 yang diserahkan secara simbolis di Kantor Lurah Umanen, Kamis (19/12/2025).
Penyerahan dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Belu Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Aloysius Fahik, S.STP.
Kegiatan penyerahan dihadiri oleh Pimpinan OPD, para Camat, Lurah, serta seluruh kelompok tani dan peternak dari 11 kecamatan yang menjadi penerima bantuan.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis kepada lima kelompok perwakilan sebagai representasi seluruh penerima.
Dalam kesempatan itu, Aloysius Fahik menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Belu yang tidak dapat hadir secara langsung.
Alasan ketidakhadiran adalah karena Bupati tengah mengikuti rapat daring bersama Menteri Dalam Negeri.
Rapat daring tersebut membahas dua topik penting, yaitu antisipasi perubahan cuaca ekstrem dan program Dapur Makan Bergizi (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia.
“Program Dapur MBG dan antisipasi cuaca tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai jenis ternak beserta pendukungnya, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.
Rincian penerima menunjukkan adanya 5 kelompok ternak sapi, yang masing-masing menerima 10 ekor sapi bibit betina.
Jenis ternak ini dipilih karena potensi jangka panjang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, 15 kelompok menerima bantuan ternak babi, yang masing-masing mendapatkan 10 ekor bibit babi betina, 900 kg pakan, serta biaya kandang sebesar Rp3.000.000 (dalam bentuk 10 paket kandang Rp300.000).
Terdapat juga 7 kelompok ternak kambing yang menerima 10 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing jantan per kelompok, ditambah biaya kandang Rp1.500.000 (10 paket kandang Rp150.000).
Yang paling banyak adalah 50 kelompok ternak Ayam KUB, yang masing-masing menerima 150 ekor bibit ayam KUB, 780 kg pakan, biaya kandang Rp1.500.000, serta 1 paket vaksin dan obat-obatan.
Bantuan ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu, meliputi Kecamatan Atambua Barat, Atambua Selatan, Kakuluk Mesak, Kota Atambua, Lamaknen, dan Lamaknen Selatan.
Wilayah penerima lainnya adalah Kecamatan Lasiolat, Raihat, Raimanuk, Tasifeto Barat, serta Tasifeto Timur, sehingga cakupan bantuan mencakup berbagai bagian dari Kabupaten Belu.
Aloysius Fahik menegaskan bahwa bantuan ternak ini harus dikelola secara serius dan berkelanjutan, terutama bagi penerima sapi dan kambing yang membutuhkan kesiapan pakan yang lebih matang.
“Kalau sapi dan kambing, pakannya harus kita tanam sendiri. Jangan pelihara tanpa menyiapkan pakan, karena itu yang sering jadi masalah,” tegasnya, menambahkan bahwa pemanfaatan lahan kosong untuk tanam pakan menjadi kunci keberhasilan.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak dijual demi kebutuhan sesaat, terutama menjelang hari raya. Ia memberikan contoh pengalaman masa lalu program Impres Desa Tertinggal (IDT) yang gagal karena pola pikir “Indonesia Diak Tebes”.
“Ajak ubah pola pikir dan manfaatkan pendampingan Dinas Peternakan serta Penyuluh Lapangan. Setiap kelompok harus aktif dan solid agar bisa berkembang,” pungkasnya.

