Sambut Pergub Jam Belajar, Pemkab TTS Integrasikan Regulasi Daerah dengan Proyek Strategis SMA Unggul Garuda

Sambut Pergub Jam Belajar, Pemkab TTS Integrasikan Regulasi Daerah dengan Proyek Strategis SMA Unggul GarudaSOE, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan dan mengimplementasikan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

Mewakili Bupati TTS, Asisten II Sekda Agnes Linda mengumumkan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan regulasi turunan berupa Peraturan Bupati (Perbup) hingga instruksi kepala desa.

Langkah cepat ini diambil karena peningkatan mutu pendidikan linier dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

​Pihak Pemkab TTS menyadari bahwa intervensi pendidikan sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang masih tertinggal.

Integrasi gerakan ini akan melibatkan seluruh jajaran tokoh agama, tokoh adat, serta relawan desa guna memastikan setiap rumah memadamkan televisi dan gawai pada jam yang ditentukan.

Komitmen lokal ini dinilai krusial mengingat TTS ditunjuk menjadi salah satu pusat perhatian pembangunan sumber daya manusia oleh pemerintah pusat.

​”Pendidikan adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keluar dari persoalan kemiskinan,” tegas Agnes Linda.

Kehadiran regulasi yang mengikat hingga tingkat desa ini diharapkan menciptakan kepatuhan total di masyarakat akar rumput, sehingga iklim akademis di wilayah TTS dapat terbentuk secara masif dan berkelanjutan dari kota hingga pos perbatasan desa.

​Momentum kebangkitan pendidikan di TTS ini semakin diperkuat dengan sorotan Gubernur Melki Laka Lena terhadap keberadaan SMA Unggul Garuda, sebuah proyek sekolah kepemimpinan yang dibangun oleh pemerintah pusat di wilayah tersebut.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan fasilitas pendidikan premium di TTS dipandang sebagai sebuah sinyal kepercayaan tinggi sekaligus tantangan besar bagi daerah yang sedang berbenah ini.

​Gubernur Melki menyatakan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda harus menjadi pemantik prestasi (trigger effect) bagi sekolah-sekolah reguler di sekitarnya.

Keberadaan sekolah unggulan ini membuktikan bahwa tantangan geografis dan ekonomi di TTS bukan alasan untuk tidak melahirkan talenta kelas dunia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sinergi antara gerakan jam belajar di rumah dan fasilitas pendidikan modern di sekolah menjadi kombinasi ideal yang dihadirkan pemerintah.

​Dengan adanya komitmen berlapis dari pemerintah pusat melalui SMA Unggul Garuda, pengawalan regulasi oleh Pemprov NTT, serta eksekusi teknis oleh Pemkab TTS, skenario pengentasan ketertinggalan pendidikan ini optimis dapat dicapai.

Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga jam belajar diharapkan segera membuahkan hasil nyata, mengubah wajah TTS dari daerah rawan kemiskinan menjadi lumbung pemikir baru di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed