Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Belu Minta Embung Dioptimalkan untuk Pertanian Musim Kemarau

BERITA, DAERAH, PERTANIAN54 Dilihat

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Belu Minta Embung Dioptimalkan untuk Pertanian Musim KemarauBELU, GRANDISMA.COM – Optimalisasi embung dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Kabupaten Belu, terutama saat memasuki musim kemarau.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., mendorong pemanfaatan sumber air yang telah dibangun pemerintah agar dapat memberikan manfaat nyata bagi petani.

Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri panen jagung hibrida BISI 235 Macho di Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Sabtu (17/10/2026).

Panen ini memperlihatkan peluang pengembangan budidaya jagung di luar musim hujan melalui pengelolaan air yang efisien dan pendampingan pertanian.

“Kalau musim hujan, menanam jagung itu sesuatu yang gampang. Tetapi, kalau musim kemarau, itu sesuatu yang luar biasa. Kita harus mampu memanfaatkan embung-embung yang sudah dibangun dan belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Willybrodus.

Menurut Bupati, keberhasilan petani di Rotiklot dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mengembangkan pola tanam yang menyesuaikan kondisi iklim.

Pemanfaatan embung diharapkan membantu petani mengelola kebutuhan air sehingga lahan tetap produktif ketika curah hujan berkurang.

Dalam kegiatan tersebut, Boni, perwakilan petani setempat, menjelaskan bahwa budidaya jagung mendapat pendampingan dari BISI International dan Roda Tani sejak penanaman hingga panen.

Ia menyebut penyiraman dilakukan sekitar 10–12 kali selama masa budidaya, dengan frekuensi kurang lebih sekali seminggu.

Jagung hibrida F1 super produksi PT BISI International Tbk. yang dipanen tersebut juga menarik minat pembeli dengan penawaran harga Rp8.000 per kilogram.

Meski demikian, keberlanjutan usaha tani tetap perlu ditopang perhitungan biaya produksi, ketersediaan air, dan kepastian pasar agar memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Willybrodus mengapresiasi dukungan BISI International dan Roda Tani serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung langkah petani dalam memperkuat cadangan pangan.

Ia berharap kolaborasi itu dapat berlanjut, terutama untuk mempersiapkan pola tanam menghadapi musim kemarau tahun berikutnya.

Kegiatan panen turut dihadiri Pimpinan Roda Tani, Area Manager NTT BISI International, Asisten II Sekda Belu, pimpinan perangkat daerah, Kapolsek, dan Penjabat Kepala Desa setempat.

Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha pertanian, dan petani dalam mendorong produksi pangan.

Ke depan, optimalisasi embung perlu diikuti pemetaan kebutuhan air, pemeliharaan sarana, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, potensi sumber air yang tersedia diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Belu. (Prokopimbelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *