Penerbangan Malang-Lombok Mulai Beroperasi, Lombok Dioptimalkan Jadi Feeder Domestik dan Internasional  

BERITA, DAERAH, TEKNOLOGI334 Dilihat

Lombok Tengah, Grandisma.com – Penerbangan perdana Wings Air rute Malang (MLG)–Lombok (LOP) resmi mengudara pada Senin pagi, 15 Desember 2025.

Pesawat lepas landas dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, menandai babak baru penguatan konektivitas udara antara Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rute ini dijadwalkan beroperasi secara rutin empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Kehadiran rute baru ini diharapkan mempermudah pergerakan orang banyak antara kedua daerah yang memiliki potensi pariwisata dan ekonomi yang besar.

Pemerintah menilai pembukaan rute ini sebagai langkah strategis dalam mendukung sektor pariwisata, bisnis, dan mobilitas masyarakat.

Setiap tahun, ribuan wisatawan dari Jawa Timur mengunjungi Lombok, dan sebaliknya, banyak warga NTB yang beraktivitas di Jawa Timur.

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal yang menghadiri acara penerbangan perdana menyampaikan pandangan tentang pentingnya konektivitas ini.

“Pembukaan rute Malang-Lombok ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antara Jawa Timur dan NTB, sekaligus membuka peluang baru bagi pariwisata dan pergerakan ekonomi kedua daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas antardestinasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing pariwisata nasional.

Lombok sendiri diproyeksikan menjadi basis penghubung atau feeder penerbangan, baik untuk rute domestik maupun internasional.

“Lombok kami dorong menjadi simpul penghubung penerbangan, agar pergerakan wisatawan tidak lagi harus terpusat di Bali atau Jakarta, tetapi dapat terdistribusi melalui Lombok,” jelas Gubernur Iqbal.

Gagasan ini muncul dari diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata dan penerbangan.

Wisatawan Eropa dan Amerika yang melakukan perjalanan jarak jauh ke Asia umumnya tinggal dalam durasi cukup panjang dan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

Namun, keterbatasan konektivitas antardestinasi selama ini menjadi tantangan utama pariwisata nasional.

Kondisi tersebut membuat Lombok kerap dianggap jauh dan kurang praktis, meskipun memiliki daya tarik wisata kelas dunia seperti Gunung Rinjani, Pantai Kuta Lombok, dan Gili Trawangan.

Dengan penguatan fungsi feeder, Lombok kini semakin mudah diakses dan terhubung dengan berbagai wilayah di Indonesia.

Saat ini, Wings Air telah membuka dan mengembangkan sejumlah rute dari Lombok, antara lain menuju Bima, Waingapu, Tambolaka, Labuan Bajo, Bali, dan Makassar. Selain Malang, dalam waktu dekat direncanakan membuka rute ke Bandung.

Frekuensi penerbangan yang sebelumnya hanya beberapa kali dalam sepekan juga meningkat signifikan.

Beberapa rute bahkan telah mencapai dua kali sehari, sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang.

Penguatan konektivitas ini dinilai strategis tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga logistik, mobilitas masyarakat, serta aktivitas pendidikan dan sosial.

“Konektivitas udara ini tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga mendukung logistik, mobilitas masyarakat serta aktivitas pendidikan dan sosial,” tambah Gubernur Iqbal.

Ia menjelaskan bahwa besarnya komunitas perantau asal Jawa Timur dan mahasiswa Malang yang tinggal di Lombok menjadi alasan tambahan mengapa rute ini sangat dibutuhkan. Rute baru ini akan mempermudah mereka untuk pulang kampung atau berkunjung ke keluarga.

Ke depan, fokus pengembangan diarahkan pada pembukaan rute internasional guna mendorong peningkatan incoming tourism.

Sejumlah maskapai telah menyatakan ketertarikan membuka rute ke Lombok, seperti Perth, Bangkok, dan kawasan Australia Utara.

Maskapai besar seperti Jetstar dan Qantas juga tengah melakukan kajian pembukaan penerbangan langsung dari beberapa kota di Australia.

“Ke depan, kami fokus mendorong pembukaan rute internasional untuk meningkatkan incoming tourism sekaligus memperkuat posisi Lombok di peta penerbangan regional dan global,” ujar Gubernur Iqbal.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga tengah membahas pembukaan rute internasional secara bertahap dan temporer.

Selain itu, Bandara Internasional Lombok diarahkan untuk bertransformasi menjadi airport hub yang tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga sebagai ruang yang nyaman bagi penumpang untuk berbelanja, bersantap, dan beraktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *