Pemkab Belu Hadiri Forum AIBC, Dorong Investasi Peternakan dan Pengelolaan Sampah Modern

BERITA, POLITIK15 Dilihat

Pemkab Belu Hadiri Forum AIBC, Dorong Investasi Peternakan dan Pengelolaan Sampah ModernDARWIN, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu secara agresif mempromosikan berbagai potensi ekonomi daerah di hadapan para pelaku usaha internasional dalam forum Australia Indonesia Business Council (AIBC) yang digelar di Darwin, Australia.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., memimpin langsung draf presentasi peluang investasi strategis di sektor peternakan, komoditas perdagangan, dan infrastruktur ramah lingkungan.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata daerah untuk menarik modal asing langsung demi menggerakkan roda perekonomian domestik.

​Guna memberikan gambaran komprehensif bagi para investor Australia, delegasi Pemkab Belu didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan kunjungan lapangan ke kawasan peternakan modern di Northern Territory.

Di lokasi tersebut, delegasi mempelajari sistem budidaya ternak sapi potong skala besar, teknologi pengolahan pakan berkelanjutan, serta tata kelola rantai pasok ekspor.

Sistem peternakan modern Australia ini direncanakan akan diadopsi sebagai draf referensi utama pengembangan klaster peternakan di Kabupaten Belu yang memiliki karakteristik iklim serupa.

​”Pada sektor ekonomi dan peternakan, kami aktif membangun komunikasi dengan pelaku usaha dan investor Australia melalui forum AIBC agar mereka bersedia menanamkan investasi di Belu. Selain itu, kami juga mempelajari sistem budidaya dan tata kelola peternakan modern di Darwin yang sangat relevan untuk dikembangkan di daerah kita. Peningkatan investasi dan modernisasi sektor peternakan akan menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Bupati Willybrodus Lay, Sabtu (11/07/2026).

​Tidak hanya berfokus pada eksploitasi ekonomi, Pemkab Belu juga mengkaji isu keberlanjutan lingkungan dengan mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah modern di Darwin.

Rombongan meninjau secara mendalam penerapan teknologi daur ulang serta sistem pengelolaan limbah domestik yang efektif untuk meminimalkan dampak pencemaran lingkungan.

Pembelajaran dari fasilitas ramah lingkungan ini akan dijadikan rujukan oleh dinas terkait untuk membenahi sistem pembuangan sampah akhir di Kabupaten Belu yang masih bersifat konvensional.

​Keikutsertaan Kabupaten Belu dalam ajang Darwin Fusion 2026 ini juga didukung penuh oleh jajaran dinas teknis daerah, termasuk Bagian Protokol Kabupaten Belu yang memastikan kelancaran diplomasi ekonomi tersebut.

Melalui pendekatan multilateral, Belu tidak hanya berjalan sendiri tetapi juga membangun aliansi strategis bersama Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), serta Provinsi Maluku dan Bali.

Kolaborasi regional ini mempertegas kesiapan kawasan Indonesia Timur dalam menyambut integrasi ekonomi dengan wilayah Pasifik.

​Melalui kemitraan yang terjalin dalam forum AIBC, Pemkab Belu optimistis nilai investasi di sektor agraria dan peternakan di daratan Timor akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Kehadiran teknologi pengelolaan limbah dan peternakan modern dari Australia diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal Belu sebelum menembus pasar ekspor.

Kunjungan kerja strategis ini menandai era baru diplomasi ekonomi luar negeri yang agresif dari pemerintah daerah di wilayah perbatasan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *