Pemda Belu Dorong Masyarakat Keluar dari Kemiskinan – Mulai dari WC Sehat hingga Tani Mandiri  

BERITA, DAERAH168 Dilihat

Pemda Belu Dorong Masyarakat Keluar dari KemiskinanBelu, Grandisma.com – Pemerintah Kabupaten Belu gencar menjalankan serangkaian program untuk mengentaskan kemiskinan. Langkah tersebut mencakup pembangunan sanitasi dan pemberdayaan sektor pertanian bagi masyarakat.

Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves mengungkapkan komitmen pemerintah daerah. Ia mengatakan, upaya penanggulangan kemiskinan harus menyentuh aspek dasar kehidupan masyarakat.

 

Program Healthy Latrines for Frontier Poorest Households telah diberikan kepada 65 keluarga di Desa Kabuna. Setiap rumah tangga mendapatkan fasilitas WC yang memenuhi standar kesehatan. Program ini diharapkan bisa mengangkat taraf hidup masyarakat.

Menurut Wabup Vicente, sanitasi tidak layak menjadi salah satu penyebab kemiskinan ekstrem. Banyak keluarga terpaksa menghabiskan biaya untuk pengobatan akibat penyakit akibat sanitasi buruk.

“Dengan WC sehat, mereka bisa mengalokasikan uang untuk kebutuhan lain,” jelasnya.

Data DTCM mencatat sekitar 8.000 hingga 9.000 keluarga di Belu termasuk miskin ekstrem. Pemerintah berupaya menggeser mereka dari desil 1 ke desil 2. Program sanitasi menjadi salah satu instrumen utama dalam upaya tersebut.

Beberapa organisasi masyarakat mendukung program ini. Yayasan Media Flores, Yayasan Sanbintang, dan CIRMA membantu dalam pelaksanaan. Mereka juga memberikan pendidikan tentang praktik sanitasi yang baik.

Masyarakat Desa Kabuna merespons positif program ini. Mereka mengaku merasa lebih nyaman dan sehat setelah memiliki WC layak. Beberapa keluarga sudah mulai merencanakan usaha kecil untuk meningkatkan penghasilan.

Selain sanitasi, Pemda Belu juga fokus pada ketahanan pangan keluarga. Mereka menjalankan program Tani Merdeka di Desa Fatubaa. Kelompok tani mendapatkan pelatihan membuat pupuk dan pestisida sendiri.

Kepala kelompok tani di Desa Fatubaa menyampaikan manfaat program tersebut. Mereka mengaku bisa menghemat biaya produksi hingga 40 persen. Hasil panen juga meningkat karena kualitas tanaman menjadi lebih baik.

Wabup Vicente menjelaskan, ketahanan pangan menjadi indikator penting kemiskinan. Ia mengatakan, visi Presiden tentang ketahanan pangan menjadi landasan kebijakan daerah.

“Keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri sudah setengah jalan keluar dari kemiskinan,” katanya.

Pemerintah daerah juga merencanakan perluasan program ke Desa Fatuketi. Desa tersebut merupakan salah satu desa fokus pemerintah pusat. Program akan dikolaborasikan dengan Food Estate dan Koperasi Merah Putih.

Koperasi Merah Putih akan membantu memasarkan hasil panen masyarakat. Mereka juga akan memberikan akses modal bagi petani untuk mengembangkan usaha. Program ini diharapkan bisa menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Tokoh pertanian di Belu memberikan dukungan penuh. Mereka menyatakan, program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Petani bisa menjadi lebih mandiri tanpa harus bergantung pada barang impor.

Pemda Belu juga memberikan pelatihan manajemen usaha bagi kelompok tani. Mereka diajarkan cara mencatat keuangan dan merencanakan produksi. Hal ini bertujuan agar usaha mereka bisa berjalan dengan baik dalam jangka panjang.

Wabup Vicente menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia berjanji akan terus mengembangkan program serupa di seluruh Kabupaten Belu.

“Kita ingin masyarakat bisa berdiri sendiri dan meningkatkan taraf hidupnya,” tuturnya.

Pemerintah juga akan melakukan pemantauan berkala terhadap program. Mereka akan mengevaluasi dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Hasil evaluasi akan digunakan untuk menyempurnakan kebijakan di masa depan.

Acara peluncuran program di Desa Kabuna dihadiri oleh berbagai pihak. Camat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan penerima manfaat turut hadir. Semua pihak berkomitmen untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Belu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *