NTT Jadi Tuan Rumah HLUN, Johni Asadoma: Lansia Tangguh Itu Inspirasi

BERITA, DAERAH6 Dilihat

NTT Jadi Tuan Rumah HLUN, Johni Asadoma: Lansia Tangguh Itu InspirasiKUPANG, GRANDISMA.COM – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026 menorehkan sejarah baru bagi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk pertama kalinya, Bumi Flobamora dipercaya oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial sebagai pusat perhelatan akbar ramah lansia berskala nasional.

Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kupang seketika berubah menjadi lautan semangat pada Sabtu, 30 Mei 2026.

​Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam pidatonya menegaskan bahwa penunjukan ini bukan sekadar seremonial belaka.

Momentum ini merupakan bentuk pengakuan konkret atas komitmen gigih pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kelompok lanjut usia ke dalam arus utama pembangunan.

Di hadapan ribuan pasang mata, Johni mematahkan stigma keliru yang kerap melekat pada usia senja.

​”Menjadi lansia tangguh bukan berarti hidup tanpa keterbatasan, tetapi mereka adalah jiwa-jiwa yang menolak menyerah pada angka usia,” ujar Johni

Menurut mantan Kapolda NTT ini, keterbatasan fisik yang datang seiring waktu tidak boleh menjadi sekat bagi para lansia untuk tetap berdaya dan mentransfer nilai-nilai kebijaksanaan kepada generasi penerus.

​Johni juga menyelipkan pesan humanis yang menyentuh esensi kesehatan sebagai aset paling fundamental di masa tua.

Baginya, semangat muda harus tetap menyala meski rambut telah memutih dan usia telah melampaui kepala enam.

“Sehat adalah harta yang paling berharga. Usia hanyalah angka, tetapi daya juang kita semua di sini harus tetap membara,” katanya

​Mengusung tema besar “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, HLUN 2026 memosisikan kaum sepuh bukan sebagai beban sosial, melainkan sebagai pilar keteladanan.

Pemerintah Provinsi NTT berjanji akan menindaklanjuti momentum ini dengan memperkuat jaring pengaman sosial.

Berbagai kebijakan taktis mulai dirancang demi memastikan terwujudnya ruang publik yang kian ramah terhadap hak-hak lansia.

​Puncak perayaan ini dikemas secara dinamis lewat serangkaian aktivitas fisik dan sosial yang melibatkan interaksi lintas generasi.

Mulai dari fajar menyingsing, para lansia tampak antusias mengikuti jalan sehat, senam bersama, hingga pemeriksaan kesehatan gratis dan aksi donor darah.

Tidak ketinggalan, stan pameran yang memajang produk kerajinan tangan hasil karya para lansia ikut menyedot perhatian pengunjung.

​Apresiasi tinggi datang dari Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Supomo, yang hadir langsung memantau jalannya acara.

Supomo memuji kolaborasi taktis antara Pemprov NTT dan Kemensos yang berhasil mengeksekusi acara dengan matang.

Kehadiran ribuan “opa dan oma” yang tetap bugar menjadi indikator valid bahwa NTT sangat siap bertransformasi menjadi provinsi ramah lansia.

​Melalui helatan HLUN ke-30 ini, ada secercah harapan besar yang ingin diinjeksikan ke tengah masyarakat luas.

Pemprov NTT dan Kemensos sepakat bahwa perlindungan terhadap lansia harus berbasis pada pemenuhan martabat kemanusiaan yang utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *