ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperketat pengawasan terhadap tata kelola jam mengajar dan kedisiplinan guru di sekolah-sekolah dasar.
Kebijakan ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan kelemahan pola baca serta literasi anak usia sekolah.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belu, Aloysius Fahik, saat melakukan kunjungan kerja dan pemantauan literasi di SD Katolik Tini dan SD Negeri Nukfuak, Atambua, Kamis (30/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kadis Pendidikan yang akrab disapa Aloysius menemukan pentingnya konsistensi kehadiran guru di dalam kelas.
Ia mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar mematuhi aturan jam mengajar secara ketat serta tidak membiarkan terjadinya kekosongan jam pelajaran (jam kosong).
Menurut Aloysius, kedisiplinan pengajar berbanding lurus dengan perkembangan kemampuan menyerap materi bagi para murid.
Kerugian terbesar dari ketidakdisiplinan jam mengajar adalah terhambatnya pembentukan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung pada tingkatan kelas awal.
Guna memastikan kondisi riil di lapangan, Aloysius turun langsung mendampingi para siswa kelas 3 dan kelas 4.
Ia menguji secara bergantian kelancaran membaca para murid untuk mengetahui sejauh mana progres pembelajaran literasi yang telah dicapai selama perhelatan tahun ajaran berjalan.
Langkah menguji kemampuan membaca secara langsung ini akan terus dijalankan secara berkesinambungan ke seluruh wilayah sekolah di Kabupaten Belu.
Penataan dari tingkat bawah dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk mencetak generasi perbatasan yang cerdas dan berkarakter.
”Ini adalah komitmen saya untuk mengelilingi semua sekolah di Kabupaten Belu demi terciptanya dunia pendidikan yang baik, cerdas, dan menjadi lompatan kemajuan bagi generasi penerus,” tegas Aloysius Fahik.
Menutup rangkaian peninjauan, pihak Dinas Pendidikan mengapresiasi kerja keras para guru yang telah berupaya mendidik siswa di tengah berbagai dinamika lapangan.
Kepala Dinas berharap sinergi antara kedisiplinan pendidik dan pendampingan literasi dapat melahirkan siswa-siswi berprestasi dari Tanah Belu.
