KUPANG, GRANDISMA.COM – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memproyeksikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai kiblat baru wisata kesehatan (health tourism) di wilayah Timur Indonesia. Fokus utama transformasi ini terletak pada penguatan layanan medis berteknologi tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Sadikin saat melakukan peninjauan di RSUP dr. Ben Mboi Kupang pada Kamis (23/4) siang. Ia menegaskan bahwa pusat layanan kesehatan canggih kini tidak lagi hanya terpusat di Jakarta atau Pulau Jawa.
Menurut Menkes, RSUP dr. Ben Mboi memiliki posisi strategis untuk melayani pasien lintas provinsi hingga lintas negara. Kehadiran alat medis mutakhir menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari penyembuhan tanpa harus ke luar negeri.
Pemerintah akan segera memasang mesin layanan kanker (radioterapi) di rumah sakit tersebut. Langkah ini diambil untuk memutus rantai rujukan pasien kanker dari NTT dan NTB yang selama ini harus terbang ke Jawa.
”Health tourism terjadinya bukan di Jakarta, malah di NTT. Jika sudah siap, RSUP ini akan melayani pasien dari NTB, NTT, hingga Timor Leste dan Maluku,” ujar Budi Sadikin
Dalam kunjungan tersebut, Menkes didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Keduanya melihat langsung fasilitas ruang rawat inap dan kesiapan tenaga spesialis yang bertugas.
Budi juga mendorong RSUP dr. Ben Mboi segera bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Status ini dinilai penting untuk fleksibilitas pengelolaan keuangan rumah sakit demi pelayanan yang lebih cepat.
Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik ambisi besar ini. Ia menilai, kehadiran pusat kesehatan canggih akan memberikan rasa aman bagi investor dan wisatawan yang berkunjung ke NTT.
Infrastruktur kesehatan ini diharapkan mampu menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis di wilayah kepulauan. Kemandirian operasional menjadi target utama dalam satu tahun ke depan.
Selain layanan kanker, rumah sakit ini diarahkan menjadi pembina bagi rumah sakit daerah lainnya di NTT. Hal ini bertujuan untuk menciptakan standarisasi kualitas layanan medis di seluruh kabupaten.
Menkes menegaskan komitmen pusat untuk terus mendistribusikan alat kesehatan modern secara bertahap hingga tahun 2027. Target akhirnya adalah pemerataan kualitas kesehatan di seluruh pelosok Nusantara.
Kunjungan ditutup dengan dialog bersama jajaran dokter spesialis untuk memastikan kesejahteraan tenaga medis tetap terjaga di tengah tuntutan pelayanan yang semakin tinggi.
