Lawan Kejahatan Modern, Presiden Prabowo Perintahkan Personel Polri Kuasai Kecerdasan Buatan

BERITA, POLRI66 Dilihat

Lawan Kejahatan Modern, Presiden Prabowo Perintahkan Personel Polri Kuasai Kecerdasan BuatanBOGOR, GRANDISMA.COM – Lanskap ancaman keamanan nasional yang kian kompleks dan bertransmisi ke ruang digital memicu respons strategis dari pucuk pimpinan pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto secara instruktif memerintahkan seluruh personel Polri untuk segera melakukan lompatan kapasitas dalam penguasaan sains, teknologi mutakhir, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Penegasan ini disampaikan Kepala Negara guna memastikan Korps Bhayangkara tidak tertinggal dari para pelaku kejahatan siber yang kian canggih.

​Menurut Presiden, pola kriminalitas di masa kini dan masa depan tidak lagi bisa ditangani dengan metode kepolisian konvensional semata.

Kemampuan aparat dalam menganalisis data besar (big data), memitigasi kejahatan finansial digital, serta menangkal terorisme siber menjadi indikator utama dari profesionalisme kepolisian modern.

Institusi penegak hukum yang kuat di era digital adalah institusi yang diisi oleh personel yang memiliki budaya belajar tinggi, andal, dan cerdas secara intelektual.

​”Terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang andal. Penegakan hukum juga harus adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Presiden Prabowo di Cikeas, Rabu (01/07/2026).

​Selain menekankan aspek modernisasi teknologi, Presiden Prabowo juga memberikan doktrin ketegasan dalam hal penegakan hukum di lapangan.

Personel Korps Bhayangkara diwajibkan memiliki keberanian moral yang tinggi untuk berdiri tegak melindungi kelompok masyarakat yang lemah dan rentan dari intimidasi hukum.

Integritas personal anggota kepolisian diuji dari kemampuannya menolak segala bentuk intervensi politik maupun tekanan eksternal dari pihak-pihak yang kuat secara finansial.

​Implementasi dari arahan teknologi ini diproyeksikan akan mengubah kurikulum pendidikan di Lemdiklat Polri, PTIK, hingga Akpol dengan memasukkan literasi digital sebagai materi wajib.

Rekrutmen bintara dan perwira ke depan juga akan memprioritaskan talenta-talenta yang memiliki latar belakang keahlian di bidang teknologi informasi.

Langkah taktis ini dinilai mendesak agar alokasi anggaran modernisasi peralatan kepolisian dapat dioperasikan oleh sumber daya manusia yang mumpuni.

​Amanat Presiden Prabowo di hadapan ribuan pasukan elite Brimob ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mendukung penuh digitalisasi taktis di tubuh kepolisian.

Dengan mengawinkan ketangkasan penguasaan teknologi AI dan keteguhan moral dalam membela kebenaran, stabilitas keamanan dalam negeri diyakini akan lebih protektif.

Reformasi teknologi ini diharapkan mampu meletakkan fondasi kokoh bagi Polri dalam menghadapi tantangan transnasional satu dekade ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *