Kurangi Ketergantungan pada Gas Indonesia, Singapura Percepat Strategi Diversifikasi Energi

BERITA8 Dilihat

Kurangi Ketergantungan pada Gas Indonesia, Singapura Percepat Strategi Diversifikasi EnergiSINGAPURA, GRANDISMA.COM – Pengurangan pasokan gas alam dari Indonesia mendorong perhatian kembali pada strategi ketahanan energi Singapura yang selama ini sangat bergantung pada impor.

Pemerintah Singapura menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas pilihan sumber energi, termasuk melalui terminal gas alam cair dan kajian pemanfaatan energi nuklir.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyampaikan bahwa negaranya telah berinvestasi dalam pembangunan terminal LNG agar dapat mengimpor gas dari berbagai negara.

Langkah tersebut memberikan alternatif ketika pasokan melalui jaringan pipa menghadapi perubahan atau gangguan.

Pernyataan itu disampaikan setelah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026).

Menurut SKK Migas, pengurangan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar per hari dan dilakukan untuk memprioritaskan kebutuhan gas domestik, termasuk bagi pembangkit listrik dalam negeri.

Otoritas Pasar Energi Singapura menyebut volume pengurangan pasokan tersebut mencakup kurang dari dua persen total kebutuhan gas harian negara itu.

Namun, persoalan pasokan tetap strategis karena sekitar 95 persen listrik Singapura dihasilkan dari gas alam, dengan sebagian besar pasokan selama ini berasal dari impor melalui jaringan pipa Indonesia.

Wong menegaskan bahwa Singapura perlu mempersiapkan masa depan energi dengan mempertimbangkan sumber yang lebih bersih dan mampu menyediakan listrik secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebutuhan energi pada masa mendatang juga akan meningkat seiring perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan daya komputasi.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah energi nuklir. Wong mengatakan Singapura akan menilai risiko dan konsekuensi pemanfaatannya secara cermat, dengan keselamatan sebagai prioritas utama.

Pemerintah juga berencana menjalani penilaian kesiapan oleh Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA mulai 2027 melalui mekanisme Tinjauan Infrastruktur Nuklir Terpadu.

Penilaian tersebut akan membantu Singapura mengukur kesiapan infrastruktur dan kerangka kelembagaan sebelum mengambil keputusan mengenai pengembangan program energi nuklir.

Namun, proses evaluasi itu tidak serta-merta berarti Singapura telah memutuskan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Pengurangan pasokan gas dari Indonesia memperlihatkan tantangan yang dihadapi negara dengan ketergantungan energi impor tinggi.

Diversifikasi pemasok, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan sumber energi alternatif menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko ketika terjadi perubahan pasokan dari negara mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *