BELU, GRANDISMA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Aloysius Fahik, menghadiri acara pelepasan dan wisuda massal anak usia dini dari empat lembaga pendidikan yang tergabung dalam Gugus Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak.
Kehadiran otoritas pendidikan tertinggi di kabupaten ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal fondasi pendidikan sejak usia paling belia.
Acara yang berlangsung pada Rabu (10/6) ini menandai selesainya tahun pelajaran 2025/2026 bagi puluhan siswa.
​Dalam sambutannya, pejabat yang akrab disapa Alo Fahik ini menyampaikan ucapan selamat dan profisiat yang mendalam kepada seluruh wisudawan dan wisudawati kecil dari empat PAUD tersebut.
Ia menekankan bahwa fase anak usia dini merupakan masa emas (golden age) yang akan menentukan arah perkembangan mental, karakter, dan intelektual anak di masa depan.
Oleh karena itu, momen kelulusan ini dipandang sebagai langkah awal yang sangat krusial.
​Lebih lanjut, Aloysius Fahik memaparkan sejumlah poin strategis demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Belu, khususnya pada sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pemerintah daerah, menurutnya, menaruh perhatian serius terhadap pengawasan kualitas pembelajaran di tingkat ini.
Langkah pengawalan sejak dini ini dinilai sebagai instrumen mutlak agar mutu pendidikan dapat melompat naik dan menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
​”Pendidikan anak usia dini tidak boleh dianggap sepele. Ini adalah fondasi dasar yang perlu kita kawal bersama secara ketat agar mutu pendidikan di daerah kita ini benar-benar menjadi prioritas dan mampu bersaing,” tegas Aloysius.
Dinas Pendidikan berjanji akan terus mendukung standardisasi kurikulum dan peningkatan kapasitas guru di wilayah-wilayah perbatasan.
​Gaya kepemimpinan yang inklusif ditunjukkan oleh Kadis Pendidikan sebelum mengakhiri kunjungannya di pesisir Atapupu.
Di sela-sela formalitas acara, Aloysius meluangkan waktu untuk berbaur langsung, menyapa masyarakat, dan menari Tebe bersama para guru serta orang tua murid.
Kebersamaan dalam tarian tradisional ini mencerminkan kedekatan emosional antara birokrasi pemerintahan dan masyarakat akar rumput.
​Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada para pengelola lembaga yang berhasil menyelenggarakan agenda tahunan ini dengan sukses secara mandiri dan kolektif.
Dengan berakhirnya tahun ajaran ini, Dinas Pendidikan berharap investasi sosial melalui pendidikan anak usia dini dapat terus digalakkan secara konsisten demi melahirkan generasi emas Belu yang berkarakter kuat.
