Kadis PKO Belu Tegaskan Penguatan Literasi-Numerasi Guru Harus Berlandaskan Panggilan Hidup

BERITA, PENDIDIKAN8 Dilihat

Kadis PKO Belu Tegaskan Penguatan Literasi-Numerasi Guru Harus Berlandaskan Panggilan HidupBELU, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu terus memacu akselerasi kualitas pendidikan daerah melalui penguatan kompetensi dasar para tenaga pendidik di jenjang sekolah dasar.

Langkah strategis ini direalisasikan melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Logika Dasar (Literasi dan Numerasi) bagi Guru Kelas Awal yang dipusatkan di Aula Hotel Timor, Atambua, Senin (5/10).

​Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Belu, Aloysius M. Fahik, menegaskan bahwa pembenahan fondasi pendidikan di wilayah perbatasan tidak boleh sekadar berfokus pada ranah teknis semata.

Menurutnya, keberhasilan transformasi pembelajaran sangat bergantung pada kesadaran etis serta komitmen moral yang dimiliki oleh setiap guru dalam menjalankan tugasnya.

​Dalam arahannya, Aloysius meminta seluruh pendidik untuk tidak memandang pekerjaan mengajar sebatas rutinitas administratif harian.

Ia mendorong para peserta diklat untuk memaknai profesi guru sebagai dedikasi pengabdian yang mendalam, sekaligus panggilan untuk melayani tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Belu.

​“Jadikan profesi guru ini sebagai panggilan hidup. Bangunlah kesadaran bahwa kita diutus Tuhan untuk bekerja sesuai talenta dan porsi masing-masing,” ujar Aloysius M. Fahik di hadapan puluhan guru kelas awal peserta pelatihan.

​Ia menambahkan, intervensi berupa pelatihan yang digelar berulang kali oleh pemerintah daerah akan menjadi sia-sia apabila tidak dibarengi dengan kesadaran internal dari para guru.

Kesadaran mendasar tersebut merupakan kunci utama agar materi pelatihan dapat ditransformasikan secara nyata ke dalam interaksi pembelajaran sehari-hari di ruang kelas.

​Guna memastikan efektivitas berbagai program yang telah digulirkan, Dinas PKO Kabupaten Belu saat ini tengah mengintensifkan pemantauan serta evaluasi menyeluruh.

Evaluasi ini mencakup program pelatihan sebelumnya, seperti penerapan metode Gasing (Gampang, Asik, dan Menyenangkan) untuk penguatan numerasi yang sempat dilaksanakan di Emaus.

​Langkah pemantauan tersebut diambil guna mengukur sejauh mana metode pembelajaran interaktif memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya tangkap dan logika dasar peserta didik.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyeleksi program-program yang terbukti presisi dan relevan dengan kebutuhan murid di lapangan.

​Pembangunan sektor pendidikan diakui sebagai kerja kolektif yang membutuhkan sinergisitas antara pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi pendidikan.

Kehadiran pakar pendidikan dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dalam kegiatan ini menjadi sarana transfer pengetahuan akademis guna memperkuat metodologi pengajaran para guru.

​Melalui diklat penguatan logika dasar ini, Pemkab Belu berharap para guru kelas awal mampu menancapkan fondasi literasi serta numerasi yang kokoh sejak dini.

Penguasaan dua kemampuan kunci tersebut dinilai menjadi benteng utama anak-anak di daerah perbatasan dalam menghadapi tantangan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

​Tag: Dinas PKO Belu, Aloysius Fahik, Pendidikan Belu, Literasi dan Numerasi, Pelatihan Guru Atambua, Pemkab Belu, Peningkatan Kompetensi Guru, UKSW Salatiga, Sekolah Dasar Belu, Berita Atambua

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *