Gubernur NTT Melki Laka Lena: Tidak Ada Jaminan Lulusan Kampus Terbaik Langsung Dapat Kerja!

BERITA14 Dilihat

MAUMERE, GRANDISMA.COM – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan pernyataan menohok saat berkunjung ke SMK Negeri 1 Maumere, Jumat (17/4/2026). Ia mengingatkan para siswa dan orang tua bahwa gelar dari kampus ternama, bahkan dari luar negeri sekalipun, tidak lagi menjadi jaminan otomatis untuk mendapatkan pekerjaan di era sekarang.

​Melki mengungkapkan fenomena meningkatnya jumlah pengangguran intelektual yang berasal dari perguruan tinggi ternama. Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya kesenjangan yang lebar antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di dunia industri.

​Gubernur menekankan bahwa dunia kerja saat ini lebih menghargai skill teknis, kemampuan beradaptasi, dan mentalitas pemecah masalah (problem solver). Tanpa kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar, ijazah hanya akan menjadi lembaran kertas yang kehilangan maknanya.

​Dalam konteks NTT, Melki menyoroti perlunya relevansi pendidikan dengan sektor-sektor unggulan daerah. Ia meminta institusi pendidikan untuk berani mendobrak tradisi lama yang hanya mencetak pencari kerja (job seeker) dan mulai fokus mencetak pencipta lapangan kerja (job creator).

​Program One School, One Product (OSOP) yang diusungnya bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Melalui praktik produksi nyata, siswa dilatih untuk memiliki etos kerja industri dan memahami dinamika pasar sejak dini.

​Gubernur juga menyentuh aspek digitalisasi dalam pendidikan dan dunia kerja. Ia meminta siswa untuk menguasai teknologi informasi sebagai alat pendukung untuk mempromosikan produk-produk lokal NTT ke pasar global yang tanpa batas.

​Melki meminta para orang tua untuk tidak terlalu terpaku pada prestise universitas, melainkan lebih memperhatikan minat dan bakat anak yang bisa dikonversi menjadi keahlian profesional. Dukungan keluarga dianggap krusial dalam membentuk mentalitas anak yang tangguh dalam menghadapi persaingan.

​Kepada para guru, Gubernur berpesan agar terus memperbarui pengetahuan mereka sesuai dengan tren industri terkini. Guru yang stagnan dalam metode lama dikhawatirkan akan melahirkan lulusan yang tertinggal oleh zaman yang berubah begitu cepat.

​Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi lulusan sekolah menengah di wilayahnya. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi pengakuan resmi atas keahlian yang dimiliki siswa, selain ijazah akademik yang mereka terima.

​Melki juga mengajak sektor swasta dan perbankan di NTT untuk ikut terlibat dalam memberikan pembiayaan dan pendampingan bagi usaha-usaha rintisan yang digagas oleh para siswa sekolah menengah dan lulusan kampus.

​Pernyataan Gubernur ini menjadi pengingat keras bagi seluruh insan pendidikan di NTT untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengajaran. Relevansi dan kualitas menjadi dua kata kunci yang harus dipegang teguh oleh setiap penyelenggara pendidikan.

​Kunjungan di Maumere ditutup dengan harapan besar bahwa sekolah-sekolah di NTT akan melahirkan generasi emas yang mandiri secara ekonomi. Melki yakin, dengan perubahan pola pikir, anak-anak NTT dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *