Gubernur Melki Laka Lena di Festival Paskah: NTT Itu Nusa Terindah Toleransi!

BERITA, DAERAH, RELIGI261 Dilihat

Gubernur Melki Laka Lena di Festival Paskah: NTT Itu Nusa Terindah Toleransi!KUPANG, GRANDISMA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan pidato berapi-api dalam pembukaan Festival Paskah Pemuda GMIT 2026.

Di hadapan Wakil Presiden dan ribuan warga, Melki mendeklarasikan NTT sebagai “Nusa Terindah Toleransi” yang menjadi identitas kebanggaan daerah.

​Melki menekankan bahwa predikat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan realitas sosial yang telah mengakar dalam sanubari masyarakat NTT.

Ia mencontohkan bagaimana lokasi Bundaran Tirosa sebelumnya digunakan untuk perayaan takbiran yang berlangsung dengan sangat damai dan penuh kekeluargaan.

​Gubernur menjelaskan bahwa semangat Paskah harus menjadi katalisator bagi pembangunan daerah yang inklusif.

Menurutnya, iman yang kuat harus berbanding lurus dengan etos kerja untuk membawa NTT keluar dari berbagai tantangan ekonomi dan sosial menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

​Dalam visi “NTT Maju, Sehat, Cerdas”, Melki mengajak seluruh pemuda untuk terlibat aktif dalam program-program pemerintah.

Ia melihat pemuda bukan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki kreativitas dan energi untuk melakukan perubahan nyata di lapangan.

​Melki juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda GMIT atas konsistensi mereka dalam menjaga karakter generasi muda.

Ia menilai organisasi kepemudaan gereja memiliki peran strategis dalam membentengi pemuda dari pengaruh negatif modernisasi.

​Persoalan stunting dan perlindungan tenaga kerja migran juga disinggung Gubernur sebagai bagian dari “salib” yang harus dipanggul bersama.

Ia menegaskan bahwa makna kebangkitan Kristus harus diterjemahkan sebagai kebangkitan NTT dari keterpurukan dan masalah-masalah sosial.

​Kehadiran Wapres Gibran dalam acara tersebut, menurut Melki, adalah bentuk pengakuan negara terhadap keberhasilan NTT dalam merawat kebhinekaan.

Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan infrastruktur di wilayah timur.

​Suasana festival semakin hangat ketika Gubernur menyapa para tokoh agama lain yang hadir di panggung kehormatan.

Romo Dus Bone, sebagai perwakilan lintas agama, berdiri berdampingan dengan Gubernur, memperlihatkan sinergi kepemimpinan yang harmonis di NTT.

​Melki berharap Festival Paskah 2026 ini menjadi titik balik bagi sektor pariwisata daerah.

Dengan pengelolaan yang baik, perayaan keagamaan seperti ini diyakini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Kupang.

​Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga api toleransi agar tetap menyala.

Ia berjanji akan terus mendukung kegiatan positif kepemudaan yang mempererat tali persaudaraan antarwarga tanpa memandang latar belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *