Gubernur Laka Lena Melaunching Kantor Perwakilan Rumah Zakat Provinsi NTT

BERITA, DAERAH, RELIGI244 Dilihat

Gubernur Laka Lena Melaunching Kantor Perwakilan Rumah Zakat Provinsi NTTKupang, Grandisma.com – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi melaunching Kantor Perwakilan Rumah Zakat Provinsi NTT pada Selasa (10/2).

Kantor yang berlokasi di Jalan Gunung Kelimutu No. 39 Kelurahan Merdeka Kota Kupang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu sesama.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi kehadiran Rumah Zakat, menyatakan bahwa urusan kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, lembaga agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Rumah Zakat memberikan inspirasi untuk selalu berbagi dan menjadi jembatan kebaikan, menyatukan berbagai latar belakang dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Peresmian kantor ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja kemanusiaan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelayanan sosial.

“Semoga kantor yang berlokasi strategis ini menjadi rumah pelayanan bagi banyak orang yang membutuhkan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan bahwa lembaga filantropi berbasis Islam seperti Rumah Zakat menjadi penguat toleransi di NTT.

Provinsi yang dikenal sebagai laboratorium toleransi ini menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan melayani antar agama, yang terinspirasi dari pemikiran Pancasila.

Chief Marketing & Digital Fundraising Officer Rumah Zakat Didi Sabir menjelaskan, lembaga ini sudah hadir di NTT sejak 2016 dengan izin dari Kementerian Agama yang baru diperpanjang selama 5 tahun.

Program yang dijalankan mencakup pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, lingkungan, serta penanganan kebencanaan dan kemanusiaan.

“Kita sudah memberikan beasiswa di Pulau Sabu dan membantu korban letusan Gunung Lewotobi bersama mitra lokal,” tambahnya.

Ketua Baznas Provinsi NTT Ismail Kasim mengajak Rumah Zakat untuk selalu berkoordinasi dalam setiap aksi lapangan.

Ia menyarankan memanfaatkan jaringan Baznas yang ada di 22 kabupaten/kota untuk mempermudah penetrasi program di wilayah terpencil, mengingat tantangan geografis kepulauan NTT.

Baznas sendiri juga mendukung program pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting di provinsi ini. (Biro Administrasi Pimda NTT) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *