Gubernur NTT Resmikan NTT Mart Berbasis OSOP di Sumba: Tegaskan Transformasi Keadilan Ekonomi Daerah

BERITA, DAERAH, EKONOMI8 Dilihat

Gubernur NTT Resmikan NTT Mart Berbasis OSOP di Sumba: Tegaskan Transformasi Keadilan Ekonomi Daerah​TAMBOLAKA, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan pusat ritel komoditas lokal NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMKS Pancasila Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rabu (17/6).

Langkah strategis yang menandai akhir kunjungan kerjanya di Pulau Sumba ini dirancang sebagai wadah integrasi produk kreatif siswa dan komoditas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal ke dalam rantai pasok modern.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pasokan barang dari luar daerah sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan.

​Dalam seremoni peresmian tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa masa depan NTT tidak boleh hanya bergantung dan kuat pada panggung demokrasi politik semata.

Narasi pembangunan daerah harus digeser secara radikal menuju pencapaian keadilan ekonomi yang merata melalui penguatan daya beli dan perputaran uang di dalam daerah sendiri.

Kehadiran NTT Mart menjadi manifestasi nyata dari keberpihakan pemerintah dalam memfasilitasi hilirisasi produk lokal agar memiliki daya saing tinggi di pasar domestik.

​”Kalau anak-anak NTT hebat di sekolah, UMKM kita maju, dan uang berputar di daerah sendiri, masa depan NTT pasti berbeda. Kita tidak boleh hanya kuat dalam demokrasi politik, tetapi juga harus adil dalam ekonomi,” ujar Melki Laka Lena di hadapan ratusan siswa, pelaku UMKM, dan jajaran pejabat daerah.

Ia menambahkan, skema OSOP di sekolah-sekolah kejuruan akan menjadi inkubator bisnis yang mencetak generasi muda NTT dengan mentalitas wirausaha yang kuat dan mandiri.

​Pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas sekolah ini mendapat dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah dan legislatif.

Turut mendampingi Gubernur dalam acara tersebut, Bupati Sumba Barat Daya, Ibu Ratu Ngadu Bonu Wulla, Anggota DPRD NTT Anton Mahemba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat replikasi model NTT Mart di seluruh kabupaten/kota se-NTT demi menciptakan jaringan pasar komoditas lokal yang terintegrasi secara masif.

​Analisis ekonomi menunjukkan bahwa peluncuran NTT Mart berbasis OSOP di SMK kejuruan merupakan langkah taktis untuk menjembatani jurang pemisah antara dunia pendidikan (link and match) dengan kebutuhan riil pasar kerja lokal.

Selama ini, produk inovasi siswa sering kali hanya mandek sebagai pajangan tugas akhir tanpa adanya kepastian komersialisasi.

Dengan adanya jaringan ritel NTT Mart, produk pangan olahan, kerajinan tangan, hingga busana tenun ikat khas Sumba dapat diserap secara kontinu, yang pada gilirannya akan mendatangkan pendapatan mandiri (revenue) bagi institusi sekolah dan siswa terlibat.

​Peluncuran NTT Mart ini juga menjadi stimulus penting bagi para pelaku UMKM di Sumba Barat Daya yang selama ini kesulitan menembus pasar ritel modern akibat kendala administrasi dan standardisasi produk.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memberikan pendampingan sertifikasi halal, izin edar, hingga perbaikan kualitas kemasan melalui dinas terkait.

Langkah hilirisasi komprehensif ini menjadi tonggak baru dalam membangun fondasi ekonomi NTT yang tangguh, adil, dan mandiri secara berkelanjutan dari pinggiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *