Gelar Rapat Bersama Para Kepala Puskesmas, Wabup Belu Serukan Penurunan Angka Stunting Melalui Program Terpadu  

BERITA, DAERAH, KESEHATAN127 Dilihat

Gelar Rapat Bersama Para Kepala Puskesmas, Wabup Belu Serukan Penurunan Angka Stunting Melalui Program Terpadu BELU, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST menggelar rapat bersama para kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu, sekaligus menyerukan penurunan angka stunting melalui implementasi program terpadu di wilayahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Belu pada Kamis, 05 Maret 2026.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemimpin unit pelayanan kesehatan tingkat kecamatan tersebut fokus pada dua poin utama.

Pertama adalah pengelolaan data ibu hamil yang komprehensif, dan kedua adalah kolaborasi dalam menjalankan program penanggulangan stunting.

Para kepala Puskesmas diperintah untuk memiliki data lengkap terkait ibu hamil, termasuk perkiraan waktu persalinan dan kondisi kesehatan mereka.

Data tersebut harus diperbarui secara berkala melalui pemeriksaan bulanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Perhatian terhadap data kesehatan masyarakat ditegaskan sebagai bagian dari tanggung jawab pemimpin di setiap Puskesmas.

Kesalahan atau kekurangan dalam pengelolaan data tidak boleh dibiarkan terjadi tanpa evaluasi yang mendalam.

“Menjadi pemimpin berarti bertanggung jawab atas semua tindakan dan administrasi,” ujar Wabup Vicente.

Peninjauan terhadap langkah-langkah yang telah diambil harus dilakukan secara berkala untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan yang diinginkan.

Tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat ditegaskan oleh Wabup Vicente.

Para tenaga kesehatan diingatkan bahwa negara telah memberikan kompensasi yang layak untuk menjalankan tugas mereka dengan baik.

“Negara membayar kita untuk mengurus masyarakat,” tegasnya.

Pelayanan kesehatan tidak hanya dianggap sebagai urusan administrasi, melainkan sebagai hal yang menyangkut keselamatan nyawa masyarakat.

Setiap kejadian yang memengaruhi kondisi ibu dan anak di wilayah kerja masing-masing harus segera dilaporkan.

Pelaporan tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan kesehatan harus dijalankan dengan konsisten oleh seluruh komponen di Puskesmas.

Tidak ada pengecualian dalam penerapan aturan yang telah ditetapkan untuk menjamin kualitas pelayanan.

Dalam menyikapi permasalahan stunting, Wabup Vicente mengingatkan agar para kepala Puskesmas bekerja sama secara sinergis.

Beberapa program yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat akan menjadi landasan dalam upaya penurunan angka stunting.

Program Membangun Generasi Emas (MBG) dan Dapur 3T akan diimplementasikan sesuai arahan Presiden.

Kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

“Dengan pengelolaan data yang baik dan pelaksanaan program yang tepat, kita harap angka stunting bisa turun. Ini menjadi tanggung jawab kita semua,” tutup Wabup Vicente

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *