Gandeng Program SIAP SIAGA, NTT Terapkan Model Pentahelix Hadapi Krisis Iklim

BERITA, DAERAH14 Dilihat

Gandeng Program SIAP SIAGA, NTT Terapkan Model Pentahelix Hadapi Krisis IklimKUPANG, GRANDISMA.COM – Keberhasilan mitigasi ekologis di wilayah kepulauan memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai elemen di luar struktur birokrasi pemerintahan.

Menyadari keterbatasan instrumen negara, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi menerapkan model kolaborasi pentahelix dalam mengimplementasikan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) 2025-2045, Rabu (17/6).

​Langkah maju ini ditandai dengan jalinan kemitraan erat antara Pemprov NTT, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), serta Program SIAP SIAGA yang merupakan bentuk sinergi strategis antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia.

Sinergi internasional ini diharapkan mampu mentransfer pengetahuan teknis dan metodologi mutakhir dalam membaca tren perubahan iklim di NTT.

​Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Program SIAP SIAGA serta Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim NTT yang telah bekerja keras memfasilitasi penyusunan dokumen strategis ini.

Kehadiran berbagai aktor dari kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas sipil, hingga praktisi media massa dalam forum sosialisasi di Kupang menjadi bukti hidup berjalan komitmen kolaboratif tersebut.

​”Kehadiran forum pentahelix hari ini menjadi bukti otentik bahwa kolaborasi lintas sektor adalah jalan terbaik yang kita miliki menuju NTT yang tangguh menghadapi risiko perubahan iklim. Pemerintah tidak akan mampu berjalan sendirian,” ungkap Melki Laka Lena

​Selain membangun aliansi di tingkat provinsi, Gubernur Melki juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh bupati dan wali kota di NTT untuk segera mereplikasi dokumen RAD API di tingkat kabupaten/kota masing-masing.

Regulasi di tingkat lokal tersebut harus disusun secara operasional dan kontekstual dengan mempertimbangkan karakteristik geografis unik dari masing-masing pulau.

​Model tata kelola iklim yang berjenjang, vertikal, dan akuntabel ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan masyarakat yang tangguh dari ancaman siklon tropis maupun kekeringan ekstrem.

Dengan dukungan pendanaan, riset ilmiah, dan pengawasan media massa, implementasi RAD API diharapkan berjalan konsisten demi menyelamatkan masa depan generasi NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *