Di Kongres PMKRI Ruteng, Gubernur NTT Tekankan Pentingnya Penguatan Ekonomi Kerakyatan Pasal 33 UUD 1945

BERITA, DAERAH16 Dilihat

Di Kongres PMKRI Ruteng, Gubernur NTT Tekankan Pentingnya Penguatan Ekonomi Kerakyatan Pasal 33 UUD 1945RUTENG, GRANDISMA.COM – Seruan untuk memperkuat pilar ekonomi kerakyatan menjadi sorotan utama dalam pembukaan Kongres XXXIV dan Sidang MPA XXXIII PMKRI di Aula Assumpta Katedral Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (20/7/2026).

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya mengimplementasikan mandat Pasal 33 UUD 1945 sebagai instrumen utama pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah.

​Di depan kader PMKRI se-Indonesia, Gubernur Melki menyebutkan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi rakyat kecil untuk bertumbuh. Kehadiran lembaga ekonomi berbasis komunitas seperti koperasi dan usaha bersama dianggap sebagai kunci utama dalam memotong ketimpangan ekonomi di NTT.

​”Kita membutuhkan demokrasi ekonomi yang berjalan berdampingan dengan demokrasi politik. Keberpihakan kepada rakyat kecil harus diwujudkan melalui kerja-kerja konkret yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Mantan Sekjen PP PMKRI tersebut.

​Gubernur mendorong setiap cabang PMKRI di seluruh Indonesia tidak hanya terjebak dalam diskursus politik dan kegiatan advokasi semata.

Kader mahasiswa dituntut untuk tampil sebagai motor penggerak ekonomi dengan menciptakan berbagai inovasi produk unggulan berbasis potensi lokal daerahnya masing-masing.

​Lebih lanjut, Melki Laka Lena mengajak generasi muda untuk mengambil peran profesional di sektor-sektor produktif.

Sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga kewirausahaan digital dinilai sebagai tulang punggung utama perekonomian NTT yang membutuhkan sentuhan inovasi anak muda.

​”Pembangunan membutuhkan lebih banyak anak muda yang memiliki kemampuan profesional di bidang-bidang produktif. Organisasi kemahasiswaan harus menjadi ruang lahirnya inovator, wirausahawan, sekaligus pemimpin masa depan,” ungkap Gubernur Melki penuh optimisme.

​Sejalan dengan arahan Gubernur, Anggota DPD RI asal NTT, Angelo Wake Kako, mendorong PMKRI untuk menghidupkan kembali badan-badan semi otonom organisasi.

Badan tersebut diproyeksikan sebagai inkubator latihan dan wirausaha agar kader memiliki kecakapan finansial dan kemandirian ekonomi yang matang.

​Melalui dorongan penguatan ekonomi kerakyatan ini, pelaksanaan Kongres XXXIV di Ruteng diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis.

PMKRI ditantang untuk membawa angin segar perubahan berbasis kemandirian ekonomi dari Manggarai untuk seluruh pelosok Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *