Dari Tanam Jual ke Tanam Olah Kemas Jual, Gubernur Melki Pastikan Keuntungan Petani Sumlili Lipat Ganda

BERITA, EKONOMI4 Dilihat

Dari Tanam Jual ke Tanam Olah Kemas Jual, Gubernur Melki Pastikan Keuntungan Petani Sumlili Lipat GandaKUPANG, GRANDISMA.COM – Transformasi pola pikir dalam mengelola hasil komoditas pertanian lokal menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

​Hal tersebut ditekankan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat meresmikan program hilirisasi produk bawang merah di Desa Sumlili, Kabupaten Kupang.

​Gubernur Melki menyatakan bahwa pola lama penjualan hasil panen yang hanya berorientasi pada produk mentah harus segera ditinggalkan demi perolehan margin keuntungan yang lebih tinggi.

​Jika sebelumnya masyarakat mengenal istilah TAPA JU yang berarti Tanam-Panen-Jual, kini pemerintah mendorong penerapan skema baru yakni TAPA OKE JU atau Tanam-Panen-Olah-Kemas-Jual.

​Melalui skema baru tersebut, bawang merah mentah yang semula dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram dapat diolah menjadi produk turunan berupa bawang goreng siap saji berkualitas tinggi.

​Perhitungan ekonomis menunjukkan bahwa tiga kilogram bawang merah dapat menghasilkan satu kilogram bawang goreng yang dipasarkan seharga Rp30.000 per 100 gram dengan keuntungan berlipat ganda.

​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kupang, Adrian Abineno, yang hadir mewakili pemerintah kabupaten menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi nyata dari Pemprov NTT tersebut.

​Program kolaboratif lintas instansi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi para pelaku UMKM di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed