ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Belunews.com terpilih sebagai salah satu sampel pengganti dalam pelaksanaan Survei Khusus Neraca Produksi (SKNP) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belu.
Pemilihan tersebut dilakukan setelah tim survei menemukan sejumlah usaha dalam daftar sampel awal tidak lagi beroperasi atau tidak sesuai dengan kategori usaha yang ditetapkan.
Tim BPS Kabupaten Belu mengunjungi kantor redaksi dan ruang podcast Belunews.com di Atambua, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pendataan terhadap usaha yang masuk dalam cakupan survei, khususnya sektor informasi dan komunikasi.
Pengawas Lapangan BPS Kabupaten Belu, Agustinho Joaquim Regulo Freitas, yang akrab disapa Agus, menjelaskan bahwa SKNP merupakan kegiatan rutin tahunan untuk mengumpulkan data pendukung penyusunan Produk Domestik Bruto (PDB) dan indikator pertumbuhan ekonomi.
Menurut Agus, sampel survei mencakup usaha dan perusahaan pada kategori Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang belum tercakup dalam survei BPS lainnya. Kategori tersebut antara lain informasi dan komunikasi, real estat, keuangan dan asuransi, serta jasa lainnya.
Ia menjelaskan, daftar sampel awal ditentukan oleh BPS RI.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lapangan, sejumlah usaha diketahui sudah tutup, berpindah lokasi, atau memiliki aktivitas utama yang tidak sesuai dengan klasifikasi yang ditentukan.
“Awalnya BPS RI telah menentukan daftar sampel. Namun, setelah pengecekan lapangan, beberapa usaha ternyata sudah tutup, pindah, atau aktivitas utamanya tidak sesuai kategori. Kami pun diminta mencari sampel pengganti, dan Belunews.com menjadi pilihan,” jelas Agus.
Salah satu pertimbangan pemilihan Belunews.com adalah keberadaan situs web resmi serta profil usaha yang dapat diverifikasi.
Kondisi tersebut membantu petugas memastikan bahwa media tersebut benar-benar menjalankan kegiatan usaha di Kabupaten Belu dan memenuhi kriteria pendataan.
Agus juga mengungkapkan bahwa pencarian usaha pengganti menghadapi keterbatasan informasi mengenai usaha sejenis di wilayah Belu.
Penelusuran dilakukan melalui media sosial dan internet, sementara waktu pelaksanaan survei relatif terbatas, yakni sekitar satu setengah bulan.
Pimpinan Redaksi Belunews.com, Vicente de Deus, menyambut baik terpilihnya media tersebut sebagai sampel survei.
Ia menyatakan bahwa kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi redaksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.
